Belanda Tertarik Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Sumut

Belanda Tertarik Kerja Sama Pengembangan Pariwisata Sumut

Sekdaprov Sumut, Sabrina, menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia (Ist)

(rel/rzd)

Selasa, 30 Juli 2019 | 19:26

Analisadaily (Medan) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sabrina menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan.

Kunjungan tersebut membahas rencana kerja sama Pemerintah Belanda dan Sumut pada bidang pariwisata. Sabrina menyambut baik niatan dan minat Pemerintah Belanda yang ingin menjalin kerja sama dengan Pemprov Sumut. Apalagi, dalam hal pariwisata.

"Sektor pariwisata salah satu prioritas kita, khususnya Danau Toba. Pemerintah pusat juga sangat aktif memberikan dukungan. Bahkan, Pak Jokowi sedang kunjungan terkait pengembangan wisata Danau Toba," kata Sabrina, Selasa (30/7).

Memang tidak mudah dan tentu membutuhkan proses panjang untuk menjadikan Danau Toba sebagai Bali Baru. Untuk itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama.

"Kerja sama dan masukan dari pihak luar dan para ahli juga tentu dibutuhkan. Contohnya, seperti kerja sama yang kita bahas hari ini. Mudah-mudahan, dengan sinergi yang baik bisa membantu mempercepat perwujudan yang menjadi tujuan kita," tuturnya.

Sebelumya, disampaikan dan presentasikan bidang-bidang atau potensi Sumut yang terbuka untuk menjalin kerja sama. Masing-masing dijelaskan oleh OPD atau yang mewakili dinas-dinas terkait.

Kepala Konselor untuk urusan ekonomi Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Hans de Brabender menyampaikan, pihaknya terbuka untuk kerja sama bidang-bidang apa saja yang mendukung pariwisata di Sumut.

"Namun, yang ingin kami prioritaskan adalah bidang edukasi yang menunjang percepatan sektor pariwisata," katanya.

Misalnya, mengedukasi masyarakat untuk sektor hospitality, mengedukasi masyarakat untuk konservasi dan pelestarian lingkungan, edukasi tentang pengelolaan air, dan bidang lainnya yang pada akhirnya akan menunjang pariwisata.

"Pariwisata itu tidak berdiri sendiri, banyak hal lain yang mendukung. Hal-hal kecil yang terlupakan. Edukasi itu merupakan investasi jangka panjang, karena yang dibangun adalah karakter SDM," ucap Hans.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk membuat kerangka acuan atau kerangka kegiatan dari masing-masing dinas. Sehingga, pada pertemuan berikutnya, yang direncakan pada akhir tahun 2019 nantinya tinggal membahas teknis dan menjalankan proyek.

Untuk kerja sama, Belanda siap untuk mengucurkan dana sebesar 200.000 Euro atau setara kurang lebih Rp3 miliar.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar