Bejo Indonesia Kenalkan Inovasi Teknologi Penanaman Bawang Merah

Bejo Indonesia Kenalkan Inovasi Teknologi Penanaman Bawang Merah

Panen bawang merah dari umbi di Kecamatan Medan Merelan, Kota Medan, Sabtu (24/8).

(rzp/eal)

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:40

Analisadaily (Medan) - Perusahaan benih yang berbasis di Belanda, Bejo Indonesia, memperkenalkan inovasi teknologi baru penanaman bawang merah dari biji varietas Maserati F1 kepada petani di Sumatera Utara (Sumut).

"Teknologi yang dikenal dengan True Shallot Seed (TSS) sudah ada sejak tahun 2018 dan baru tahun ini diperkenalkan di Pulau Sumatera," kata Country Manager Bejo di Indonesia, Agung Pratama, pada Open Day Bawang Biji Maserati sekaligus panen bawang merah dari umbi di Kecamatan Medan Merelan, Kota Medan, Sabtu (24/8).

Pengenalan penanaman bawang merah dengan biji kepada petani yang memilih lokasi di Kecamatan Medan Marelan ini juga merupakan upaya untuk mendukung harapan pemerintah melalui Road Map Bawang Merah yang menargetkan Indonesia bisa swasembada.

Lahan pertanian seluas 800 meter milik Kelompok Tani Karya Maju di Kecamatan Medan Marelan menjadi demplot untuk penanaman bawang merah dari biji. Untuk melihat hasil yang lebih maksimal, penanaman dilakukan bersamaan dengan bawang merah dari umbi.

Setelah sebelumnya sudah diperkenalkan di Nusa Tenggara Barat dan Pulau Jawa, sekarang Bejo Indonesia masuk ke Pulau Sumatera. Memilih lokasi di Kecamatan Medan Marelan, karena daerah ini merupakan tempat yang sangat cocok untuk penanaman bawang dari biji yang menginginkan tanah yang cenderung berpasir dan sedikit liat.

"Bawang merah biji varietas Maserati F1 adalah varietas yang menghasilkan umbi yang besar, warna merah yang bagus dan cukup pedas, sehingga cocok menjadi alternatif bagi petani bawang yang ingin mencoba menanam bawang dari biji," terangnya.

Agung juga mengatakan, Bejo tidak dapat bekerja sendirian, dan membutuhkan bantuan dari para anggota kelompok tani, petugas PPL dan Dinas Pertanian agar teknologi ini sukses dan dapat dikembangkan sebagai alternatif penanaman oleh petani yang sudah terbiasa menanam dari umbi.

"Penanaman dari biji ini sangat fleksibel. Tentu diharapkan penanamannya di Marelan ini bisa berhasil karena daerah ini tepat karena dataran rendah dan panas. Musuhnya bawang merah dari biji adalah hujan. Jika kena hujan, rentan terhadap penyakit," sebutnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Maju, Sarimin mengungkapkan, petani sangat senang dengan adanya teknologi penanaman bawang dari biji ini. Maserati F1 adalah benih bawang merah hibrida yang sesuai dengan keinginan mereka untuk menghasilkan bawang yang berkualitas.

Mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah dan berkesempatan untuk mencoba penanaman dari biji untuk bawang merah hibrida varietas Maserati F1, kelompok tani ini menyediakan lahan seluas 800 meter.

"Penanaman untuk bawang merah tanpa biji ini dilakukan secara langsung dan pemindahan. Jadi ada yang langsung, dan ada juga dipindahkan setelah umur 30 hari. Karena ini demplot, jadi melihat dulu mana yang lebih cocok di sini," ungkapnya.

Pada acara Open Day yang didukung oleh program DHI dari Pemerintah Belanda ini, petani yang juga datang dari daerah lain seperti Simalungun, Serdang Bedagai, dan lainnya, berkesempatan melihat semua fase penanaman dari bawang biji yakni fase semai, fase pertumbuhan dan tahap panen.

Setiap fase ini ditunjukkan agar para petani dan jajaran pemerintahan dapat mengetahui bagaimana bawang merah dari biji menghasilkan produktivitas yang baik.

Bejo adalah perusahaan benih yang berbasis di negara Belanda dengan mitra usahanya PT Agrosid Manunggal Sentosa dan PT Sumbawang Superior Indonesia, berkeinginan untuk memperkenalkan teknologi ini ke petani di Indonesia.

(rzp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar