Bejat! Ibunya Dinikahi, Anak Tiri Dicabuli

Bejat! Ibunya Dinikahi, Anak Tiri Dicabuli

Pelaku atas nama Suharmanto saat diinterogasi petugas Polres Tapsel.

(jw/rzp)

Jumat, 10 November 2017 | 21:19

Analisadaily (Tapsel) - Tindakan bejat dilakukan warga Desa Hutaraja Tinggi, Kecamatan Hutaraja, Padang Lawas, bernama Suharmanto. Usai menikahi seorang janda berinisial SH berusia 31 tahun, pria 23 tahun ini malah meniduri anak tirinya berinisial PSE (14).

Tindakan asusila yang dilakukan Suharmanto terungkap pada 14 Oktober 2017. Saat itu pihak keluarga curiga dengan perilaku PSE ketika berada di kediaman ayah kandungnya, Desa Ujung Batu, Kecamatan Hutaraja Tinggi.

Melihat gelagatnya aneh PSE, pihak keluarga menginterogasinya. Saat itu, korban mengaku telah ditiduri ayah tirinya, Suharmanto. Pihak keluarga kemudian membawa korban untuk melaporkan kejadian itu ke Polres Tapsel.

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Tapsel, Iptu Happy Margowati Suyono mengatakan, pencabulan terjadi sejak korban berusia 12 tahun. Kejadian tersebut terjadi di saat ibu korban, SH, sedang melahirkan anak dari buah cintanya dengan pelaku.

“Pelaku menikah dengan SH tahun 2014. Pelaku melakukan ancaman akan membunuh korban jika menceritakan kejadian ke orang lain. Korban ketakutan. Aksi bejat ini dilakukannya sudah 11 kali," kata Happy, Jumat (10/11).

Kepada petugas, pelaku mengaku, kedekatan antara dirinya dengan korban berawal dari pesan singkat melalui ponsel yang sering diterimanya. Menurut pelaku, pesan singkat dikirim oleh korban melalui ponsel tetangganya.

Suharmanto kemudian mendatangi PSE untuk menanyakan tujuan pesan singkat tersebut. Pelaku mengaku, PSE jatuh cinta kepada dirinya. Mendengar pernyataan anak tirinya itu, pelaku mengatakan juga jatuh cinta.

“Kami melakukannya suka sama suka bang. Tidak ada paksaan sama sekali. Aku berencana menikahinya setelah kuceraikan istriku,” ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 81 subs 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002, tentang Sistem Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun penjara.

(jw/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar