Begini Proses Seseorang Bisa Dapat Tanda Kehormatan dari Pemerintah

Begini Proses Seseorang Bisa Dapat Tanda Kehormatan dari Pemerintah

(dtc)

Kamis, 13 Agustus 2015 | 17:35

detikNews - Jakarta, Presiden Joko Widodo hari ini menganugerahkan Tanda Kehormatan RI kepada 46 orang yang dianggap berjasa. Bagaimana proses seseorang bisa mendapatkan tanda kehormatan itu?

Sekretaris Militer Tri Wahyudi menjelaskan para tokoh yang mendapatkan Tanda Kehormatan RI itu adalah yang berjasa dalam bidang pembangunan, kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Naman-namanya berasal dari usulan berbagai pihak, termasuk dari kementerian hingga ormas.

"Itu kemudian diproses melalui sidang, yang dipimpin oleh Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan. Itu prosesnya bisa 3 bulan. Apalagi Bintang Mahaputra, itu malah lebih dari tahun, tahunan," ujar Tri Wahyudi saat ditemui usai acara penganugerahan Tanda Kehormatan RI oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015).

Meski sudah diputus oleh Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan, lanjut Tri, keputusan tetap ada di tangan presiden, karena merupakan hak prerogatifnya. Meski demikian, Tri membantah jika tanda kehormatan itu diberikan karena adanya kedekatan dengan presiden.

"Semua itu kan karena pemberian tanda jasa kehormatan adalah prerogatif presiden melalui usulan-usulan dari kedinasan, dari kelembagaan. Sebenarnya boleh dari perorangan, lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat boleh mengusulkan, namun keputusan tetap di presiden. Siapa saja boleh mengusulkan," jelasnya.

Sementara itu, tahun ini ada kategori tanda kehormatan baru yang diberikan oleh Jokowi. Yakni Tanda Kehormatan Bintang Penegak Demokrasi Utama. Anugerah ini diberikan kepada Ketua KPU 2012-2017  Husni Kamil Manik dan Ketua Bawaslu 2012-2017 Muhammad. Ini baru pertama kali dilakukan sejak 70 tahun terakhir dan merupakan keputusan dari dewan sidang.

"Memang belum pernah diberikan. Nah sejalan reformasi demokrasi maka patutlah diangkat. Pertimbangannya pemilihan umum sudah mulai terbuka. Lebih maju proses dalam pemilihan umum," jelas Tri.

Penganugerahan tanda kehormatan tahun ini diberikan langsung oleh Presiden Jokowi kepada total 46 orang. Ada empat kriteria penerima penganugerahan tanda kehormatan ini, yakni Bintang Mahaputra, Bintang Jasa, Bintang Penegak Demokrasi Utama dan Bintang Budaya Parama Dharma.

Berikut nama-nama penerima anugerah tersebut seperti yang dilansir Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Sekretariat Militer Laksma TNI Suyono Thamrin.

1. Keputusan Presiden RI Nomor 83/TK/TaHUN 2015 tanggal 7 Agustus 2015 tentang Penganugrahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra kepada 22. Terdiri atas;

A. Bintang Mahaputra Adipradana, 4
orang
- Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H., Ketua MK periode
2013-2015
- Jenderal TNI Purn Dr. Moeldoko, mantan Panglima
TNI
- Jenderal Polisi Purn Drs. Sutanto, mantan
Kapolri
- Jenderal polisi purn H. S. Bimantoro, mantan
Kapolri

B. Bintang Mahaputera Utama, 18
orang
- Prof. Dr. Achmad Sodiki, S.H., Hakim Konstitusi
periode 2008-2013
- Dr. H. Harjono, S.H., M.C.L., Hakim Konstitusi
periode 2008-2013
- Dr. H. Ahmad Fadlil Sumadi, S.H., M.Hum., Hakim
Konstitusi peroode 2010-2015
- Dr. Muhammad Alim, S.H., M.Hum., Hakim
Konstitusi periode 2010-2013
- Laksamana TNI purn Dr. Masetio, Mantan kepala
Staf Angkatan Laut
- Marsekal TNI purn Ida Bagus Putu Dunia, mantan
Kepala Staf Angkatan Udara
- Harbrinderjit Singh Dillon Utusan khusus
Presiden untuk penaggulangan kemiskinan periode
2011-2014
- Dr. Muhammad Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum.,
Ketua Komisi Yudisial periode 2005-2010, Ketua KPK periode
2010-2011
- Dr. Haryono Umar, Ak., M.Sc., Wakil Ketua KPK periode
2007-2011
- M. Thahir Saimima. S.H., M.H., Wakil Ketua KY
periode 2005-2010
- Prof. Dr. Ir. H. Mustafa Abdullah S.H., Anggota
KY periode 2005-2010
- H. Zainal Arifin, S.H., Anggota KY periode
2005-2010
- Soekotjo Soeparto, S.H., L.I.M., Anggota KY
periode 2005-2010
- Sabam Sirait, Anggota DPR RI Fraksi PDI-P,
Komisi I DPR RI periode 2005-2008
- Prof. Dr. H. A Syafii Maarif, mantan Ketum PP Muhammadiyah, .
- Franz Magnis Suseno, Filsuf dan
Budayawan
- Surya Paloh, Tokoh Pers
Nasional
- Harun Nasution, Pengembang Budaya
Moderat

II. Keputusan Presiden RI Nomor 84/TK/TAHUN 2015
tanggal 7 Agustus 2015 tentang penganugerahan Tanda Kehormatan
Bintang Jasa kepada 14 orang,
A. Bintang Jasa Utama, 13 orang
- Almarhum M. Burhan Muhammad, Duta Besar RI untuk
Pakistan tahun 2012 sampai 12 Mei 2015
- Dr (Hc) Achmad Heryawan, Lc.,
M.Si., Gubernur Jawa Barat periode 2008 sampai
sekarang
- H. Ganjar Pranowo S.H., Gubernur Jawa Tengah
periode 2013 sampai 2018
- Drs. Cornelis, M.H., Gubernur Kalimantan Barat
periode 2008 sampai sekarang
- Drs. Frans Lebu Jaya, Gubernur Nusa Tenggara
Timur periode 2008 sampai 2018
- Chistiany Eugenia Paruntu, S.E., Bupati Minahasa
Selatan periode 2010-2015
- Dr. Drs. Stephanus Malak,
M.Si., Bupati Sorong periode
2009-2016
- Dr (Hc). Ir. Tri Risma Harini, M.T., Wali Kota
Surabaya periode 2010 sampai sekarang
- Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin
Maturidi,
M.Sc., Ketua Badan Amil Zakat
Nasional
- Dato Sri Prof. Dr. Tahir, M.B.A., Mayapada
Group
- Mochtar Riady, Lippo Group
- Shoichiro Toyoda, member of the board Toyota Motor
- Toshihiro Nikai, Chairman General Council Liberal Democtratic Party

B. Bintang Jasa Pratama sebanyak satu orang atas nama Almarhumah Heri Listyawati Burhan, istri Duta Besar RI untuk Pakistan tahun 2012-12 Mei 2015.

III. Keputusan Presiden RI nomor 85/TK/tahun 2015 tanggal 7 Agustus 2015 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Penegak Demokrasi Utama kepada Sdr. Husni Kamil Manik, Ketua KPU 2012-2017 dan Muhammad, Ketua Bawaslu 2012-2017.

IV. Keputusan Presiden nomor 86/TK/tahun 2015 tanggal 7 Agustus 2015 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Paramadharma kepada 8 orang. Terdiri atas:
1. KH. Mustofa Bisri (Gus Mus), pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Lteteh, Rembang
2. Goenawan Soesatyo Muhammad, sastrawan budayawan
3. Alm. Petrus Josephus Zoetmulder, ahli sastra Jawa Kuno dan Penyusun Kamus Jawa Kuno Inggris
4. Alm. Wasi Jolodoro (Ki Tjokrowasito), komposer musik kaarawitan Jawa dan pendukung utama Sedra Tari Ramayana
5. Alm. Hosesein Djajadiningrat, pelopor tradisi keilmuan
6. Alm. Nursjiwan Tirtaamidjaja, perancang busana dan batik
7. Alm. Hendra Gunawan, pelukis dan pematung
8. Alm. Soejoedi Wiroatmojo, arsitek. (jor)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar