BBKSDA Sumut Telusuri Penyebab Kematian Gajah

BBKSDA Sumut Telusuri Penyebab Kematian Gajah

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi  saat memaparkan kematian gajah di langkat, Jumat (21/4)

(jw/csp)

Jumat, 21 April 2017 | 17:38

Analisadaily (Medan) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara masih terus mendalami penyebab kematian seekor gajah di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lapan, Langkat, Selasa (18/4).

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi mengatakan, Kasi Konservasi Wilayah II Stabat menerima laporan dari drh. Anhar Lubis, lembaga mitra BBKSDA Sumut dan Veterinary Society for Sumtera Wildlife Conservation (Vesswic) mengenai gajah yang mati di areal PT. Perkebunan Inti Sawit Subur (PISS).

“Dapat informasi itu petugas langsung berkoordinasi dengan Manager Kebun PT. PISS untuk pengecekan. Dan petugas menemukan gajah sudah mati dan di dekatnya ada seekor anak gajah," ucap, Hotmauli di Kantor BBKSDA Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (21/4).

Lebih lanjut, Hotmauli menjelaskan, pada Rabu (19/4) petugas melakukan otopsi atas penyebab kematian gajah tersebut serta rescue anak gajah yang masih terdapat di sekitar lokasi.

"Namun, saat hendak dilakukannya rescue terhadap anak gajah. Petugas tidak menemukan anak gaja itu karena sudah masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Lueser atau TNGL yang berjarak 1 Km dari lokasi penemuan gajah," jelasnya.

Saat otopsi dilakukan, Hotmauli menambahkan, dari hasil pengamatan visual yang dilakukan dokter hewan tidak ditemukan luka yang signifikan menjadi penyebab kematian.

"Hanya saja dokter menemukan luka kecil dan bekas luka lama. Gajah yang mati tersebut diketahui oleh dokter berjenis kelamin betina dengan perkiraan umur 12-15 tahun," tuturnya.

"Saat ini sample bagian tubuh gajah telah dibawa untuk diuji laboratorium guna mengetahui penyebab kematiannya. Dan bangkainya sudah dikuburkan tidak jauh dari lokasi penemuannya," ujar Hotmauli.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar