BBKSDA Lepaskan Orangutan ke Papak Bharat

BBKSDA Lepaskan Orangutan ke Papak Bharat

Orangutan jantan berusia 20 tahun saat dikembalikan ke habitat aslinya di Kawasan Suaka Margasatwa Ringgas Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (27/2)

(yy/csp)

Senin, 27 Februari 2017 | 17:09

Analisadaily (Pakpak Bharat) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut dan YOSL-OIC melepaskan orangutan ke habitat aslinya di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Siranggas Kabupaten Pakpak Bharat.

Orangutan yang berusia 20 tahun dan diberi nama Sitio itu sebelumnya mengalami luka pada bagian punggungnya. Sehingga, balai konservasi melakukan perawatan selama 6 bulan di pusat karantina orang utan di Batu Mbelin Kecamatan Sibolangit.

Kepala BKSDA Sumut, Ir Hotmauli Sianturi didampingi Direktur YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo, Senin (27/2) mengatakan, saat itu orangutan jantan ini ditemukan pertama kali di lahan perkebunan warga di Kabupaten Pakpak Bharat.

Ketika mendapat informasi tersebut, petugas BBKSDA dan tim HOCRU (YOSL-OIC) mencek lokasi. Namun sayangnya, saat tiba di sana tim tidak menemukan keberadaannya. Selang sepekan, tim dapat kabar, Sitio kembali ke lahan warga.

Tim langsung bergegas untuk evakuasi. Awalnya, orangutan hanya ingin dihalau agar kembali ke habitatnya di SM Siranggas. Tapi karena kondisi kesehatannya buruk akhirnya tim memutuskan agar orangutan dirawat di pusat karantina di Sibolangit.

"Sitio mendapat perawatan sekitar 6 bulan di Sibolangit. Kami melihat kondisi kesehatannya sudah memungkinkan untuk dikembalikan maka dia kita lepas ke habitat semulanya,” ujar Hotmauli.

Selain itu, sambung Hotmauli, ketersedian pakan di wilayah itu juga sangat mencukupi dan itu salah pertimbangan mengapa lepas ke SM Siranggas.

"Kita lihat sendiri, saat kita dilepas  dia langsung merasa riang. Dia tidak canggung untuk menyesuaikan diri dengan kondisi hutan di sini. Kami sangat senang respon Sitio," ucapnya.

(yy/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar