Bayi Usus Keluar yang Dirawat di RSUP Haji Adam Malik Meninggal Dunia

Bayi Usus Keluar yang Dirawat di RSUP Haji Adam Malik Meninggal Dunia

Bayi usus keluar meninggal dunia

(jw/rzd)

Kamis, 25 Juli 2019 | 18:58

Analisadaily (Medan) - Bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir dalam kondisi usus berada di luar perut (gastroschisis) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik meninggal dunia.

Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik, Rossario Dorothy, saat dikonfirmasi Analisadaily.com membenarkan bayi tersebut meninggal dunia.

"Iya benar, bayi tersebut meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB," katanya, Kamis (25/7).

Rossario mengungkapkan, penyebab bayi tersebut meninggal dunia karena kondisi yang tidak baik.

"Tadi juga saat konferensi pers, dokter mengatakan kondisi sangat tidak baik dan harapan hidup kecil," jelasnya.

"Bayi tersebut meninggal di ruang Fekto Maternal Neonatologi RSUP Haji Adam Malik," tambahnya.

Dokter spesialis bedah anak, Erjan Fikri MKed SpB (K) sebelumnya mengatakan, secara medis, peluang hidup bayi pasangan Gunawan Syahputra (30) dan Imelia (18) kecil.

Namun, tim medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik terus berupaya menangani bayi yang lahir dengan berat badan rendah 1.600 gram.

"Tetapi juga tidak bisa dipastikan berapa persen. Saya pesimis bisa lebih dari seminggu," katanya saat konferensi pers di RSUP Haji Adam Malik.

Erjan menjelaskan, berat badan bayi yang tidak normal dengan kondisi pecah lambung dan juga sudah terinfeksi, menjadi faktor minimnya peluang bayi bertahan.

"Bayi yang lahir normal dengan berat badan di bawah 2000 gram saja, angka kematiannya tinggi. Sedangkan kondisi bayi ini lambungnya sudah pecah dan terinfeksi," ungkapnya.

Bayi yang diberi nama Arjun Adipati tersebut merupakan anak Gunawan Syahputra (30) dan Imelia (18) warga Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Kedua orang tua bayi mengaku  tidak sanggup membayar biaya perawatan, sebagai pasien umum yang nilainya jutaan rupiah per hari.

Menjadi pasien umum terpaksa mereka pilih, karena keduanya terkendala administrasi saat mengurus BPJS dan Jaminan Persalinan (Jampersal).

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar