Bayi Tanpa Anus Dioperasi di RS Bhayangkara

Bayi Tanpa Anus Dioperasi di RS Bhayangkara

Karumkit Bhayangkara Kombes Pol dr Nyoman Eddy, Kabid Dokkes Polda Sumut, Kombes Pol dr Sahat Harianja dan orang tua dari Clauzia saat berada di RS Bhayangkara, Medan, Rabu (16/1)

(jw/csp)

Rabu, 16 Januari 2019 | 12:00

Analisadaily (Medan) - Clauzia Aldamayanti (3) selesai menjalani operasi anus di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Selasa (15/1). Putri pertama dari pasangan M Sofyan dan Sri Wulandari ini awalnya terlahir tanpa anus.

M. Sofyan mengatakan, harapannya untuk membawa anaknya untuk berobat akhirnya terwujud saat ia menghadiri acara yang dilaksanakan Polda Sumatera Utara.

"Saat acara, saya membawa istri dan anak saya ke Polda. Kebetulan pak Kapolda bertanya apa yang bisa saya bantu. Saya pun langsung memberi tahukannya. Lalu Kapolda menyuruh untuk mengobati anak saya," kata Sofyan,Rabu (16/1).

Operasi yang dilakukan pada Selasa (15/1) sore ditangani sejumlah dokter ahli, mulai spesialis bedah anak, spesialis anak, spesialis patologi, hingga spesialis anestesi. Operasi berlangsung mencapai 4.5 jam.

Sofyan pun berterima kasih kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto. Karena, selama dua tahun, anaknya tidak bisa menjalani operasi pasca operasi pertama, karena terkendala biaya.

Ia menceritakan, pada usia 9 bulan, saluran pembuangan dibuat di perutnya. Tapi setelah itu, tidak pernah lagi, karena tidak ada biaya. BPJS juga sudah mati, karena iurannya tidak dibayar," ujarnya.

"Dengan bantuan pak Agus saya sangat berterima kasih sekali karena anak saya sudah dioperasi semalam sore," ujarnya.

Kabid Dokkes Polda Sumut, Kombes Pol dr Sahat Harianja menyampaikan, pertemuan Sofyan dengan Kapolda terjadi ketika Kapolda Sumut melakukan pertemuan dengan para penarik betor di Mapolda Sumut pada 12 November 2018.

Dalam pertemuan itu, lanjutnya, ada yang melaporkan kepada Kapolda, anak Sofyan mempunyai kelainan dengan tidak memiliki lubang anus.

Sehingga Kapolda memerintahkan Karumkit Bhayangkara untuk menindaklanjutinya. Seminggu kemudian, Sofyan dan keluarga dijemput kerumah hingga dilakukan operasi pembuatan anus.

Karumkit Bhayangkara Kombes Pol dr Nyoman Eddy menambahkan, keluarga Sofyan sama sekali tidak ada dikenakan biaya apapun.

"Keluarga tidak ada keluar biaya. Mulai dari penjemputan, pendampingan, sampai operasi selanjutnya. Kami memang sudah menyanggupinya, namun kami juga berkordinasi dengan BPJS Kesehatan," tegasnya.

Selaku tim medis, dr Erjan Fikri SpB SpBA mengungkapkan, Clauzia lahir dengan kelainan berupa anus tidak pada tempatnya (fistula).

"Pada saat bayi, kelainannya tidak diketahui, karena kotoran bayi yang memang encer. Tapi dengan berjalannya waktu kotoran anak akan semakin keras sehingga semakin sulit keluar," jelasnya.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar