Bayi Orangutan Sumatera Dievakuasi dari Warga

Bayi Orangutan Sumatera Dievakuasi dari Warga

Bayi orangutan sumatera bernama Moli saat dievakuasi (Foto: Istimewa)

(rel/rzp)

Selasa, 26 Juni 2018 | 16:35

Analisadaily (Medan) - Seekor bayi orangutan (Pongo abelii) berusia 2,5 tahun disita tim Human-Orangutan Conflict Response (HOCRU) Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Resort 12 Langsa dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser pada Senin (25/6).

Bayi orangutan bernama Moli berjenis kelamin betina tersebut disita dari warga. Moli mulai dipelihara warga sejak masih usia lima bulan. Hewan dilindungi itu dipelihara dengan kondisi terkurung dalam kandang kotor bersama seekor monyet dan kesehatannya buruk.

Koordinator Lapangan HOCRU, Krisna mengatakan, Moli diselamatkan dari Desa Gampong Baru, Kecamatan Idie Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Orangutan ini dipelihara warga setempat selama lebih kurang dua tahun.

“Saat ditemukan, kondisinya memprihatinkan. Pada bagian kepala ditemukan penyakit kulit yang serius. Saat dievakuasi, pemiliknya tidak di tempat, yang menyerahkan penjaga orangutannya,” kata Krisna, Selasa (26/6).

Saat pertama kali dilihat, Moli mengalami malnutrisi dan kemungkinan cacingan. Pemilik Moli melakukan hal yang serupa dengan banyak pemelihara orangutan lainnya, yaitu tidak memberikan makanan sesuai dengan habitatnya.

“Orangutan yang dipelihara masyarakat tidak diberi makanan sesuai dengan yang di alam. Itu yang biasa kita temui di lapangan,” ucapnya.

Petugas BKSDA Aceh Resort 12 Langsa, Azharudin mengatakan, pihaknya mengetahui adanya pemeliharaan orangutan oleh masyarakat pada dua hari sebelumnya. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata benar.

“Kita dapat informasi malam, pagi kita cek kebenarannya. Tampaknya, sudah lama dipelihara karena kondisinya sudah jinak,” ungkapnya.

Moli dibawa untuk direhabilitasi di Pusat karantina Orangutan di Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

(rel/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar