Bawaslu Sumut Beri Usulan Terhadap Sidalih di Pemilu 2019

Bawaslu Sumut Beri Usulan Terhadap Sidalih di Pemilu 2019

Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih)

(jw/eal)

Jumat, 16 November 2018 | 18:00

Analisadaily (Medan) - Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) sudah digunakan dalam beberapa kali Pemilu. Sistem ini difungsikan untuk membantu KPU menyusun dan memutakhirkan data pemilih.

Sidalih mampu mendeteksi data ganda sekaligus perekam data pemilih secara berkesinambungan dari satu Pemilu ke Pemilu berikutnya. Namun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengimbau adanya audit terhadap sistem tersebut.

"Bila tidak menyalahi aturan, kami mengusulkan audit teknologi terhadap Sidalih karena dari Pemilu ke Pemilu selalu lelet dan bermasalah," kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Sumatera Utara, Suhadi Situmorang, Jumat (16/11).

Suhadi mencontohkan beberapa hari lalu ada sejumlah kabupaten/kota di Sumut yang mengalami kesulitan ketika mengakses Sidalih. Bahkan kendala itu terjadi lebih dari enam jam.

Dia pun khawatir Sisdalih yang tak kunjung mumpuni akan selalu menjadi hambatan bukan hanya bagi KPU, tetapi juga Bawaslu serta stakeholder terkait lain.

"Kondisi ini kemudian akan menimbulkan hambatan juga kepada peserta Pemilu, baik parpol, calon DPD, maupun Capres, dalam mengakses data jumlah pemilih," ucapnya.

Setelah Pilkada 2017, KPU sempat menghentikan sementara pengoperasian Sidalih sehingga petugas di 514 daerah harus melakukan pemutakhiran secara manual.

Namun Sidalih dioperasikan kembali oleh KPU dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dan persiapan Pemilu 2019. Kendati KPU yakin sistem ini dapat kembali membantu pendataan pemilih, tetapi Bawaslu masih meragukannya.

Bukan karena tingkat akurasi, menurut Suhadi keraguan itu muncul karena Sidalih dinilai masih memiliki masalah pada aspek kemudahan dan kecepatan akses.

"Bila Sidalih masih dipertahankan dalam Pemilu 2019 dan diharapkan dapat berfungsi sebagaimana idealnya, Bawaslu Sumut mengusulkan agar dilakukan audit terhadap sistem ini," pungkas Suhadi.

Sebelumnya, pada Selasa (13/11) malam, KPU Sumut mengubah jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 setelah melalui proses perbaikan tahap kedua.

Pada proses perbaikan tahap pertama, jumlah pemilih ditetapkan sebanyak 9.378.134 orang. Dan dalam rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2), angka itu berubah menjadi 9.833.428.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar