Batam Jadi ‘Surga’ Perawatan Kuku Bagi Wisatawan Singapura

Batam Jadi ‘Surga’ Perawatan Kuku Bagi Wisatawan Singapura

Ilustrasi (Pixabay)

Minggu, 14 Juli 2019 | 21:30

Analisadaily (Batam) – Kota Batam di Kepulauan Riau menjadi salah satu lokasi paling banyak dikunjungi wisatawan dari negara tetangga, Singapura. Kebanyakan dari wisatawan wanita, melakukan perawatan kuku.

Terapis senior di Konad Nail and Beauty Salon yang berlokasi di Nagoya Hill Mall, Luzila Zandroto mengatakan, pada Juni 2019 banyak turis Singapura datang ke tepatnya untuk pedikur dan manikur, baik pada hari kerja dan akhir pekan.

“Saat liburan sekolah di Singapura, banyak yang berlibur ke Batam,” kata Luzila, seperti dilansir dari Asia One, Minggu (14/7).

Menurut Luzila, yang juga seorang supervisor di salon kuku, ada sekitar 50 pelanggan dari Singapura dan Malaysia dalam satu hari. Semua datang untuk perawatan manikur dan pedikur. Mereka umumnya kurang lancar berbahasa Melayu, dan lebih lancar berbahasa Inggris.

“Di luar masa liburan, wisatawan Singapura melakukan perawatan pada hari Sabtu dan Minggu. Di tempatnya, dengan 12 terapis kuku, dapat menampung maksimal 50 hingga 60 orang. Penduduk setempat sudah tahu akhir pekan saat orang asing datang, jadi kami kebanyakan menyambut turis dari Singapura dan Malaysia,” sebut Luzila.

Harga murah dan hasil yang memuaskan salah satu alasan wisatawan Singapura memilih Batam untuk perawatan kuku mereka. Selain perawatan pedikur dan manikur standar, wisatawan dari Singapura juga memilih perawatan kuku artistik, seperti kuku akrilik, pilihan utama dan bagian dari kuku seni.

“Kuku seni adalah pilihan populer selain perawatan standar. Butuh waktu lama, lebih dari dua jam untuk 10 kuku,” kata Luzila.

Untuk kuku seni, harganya ditetapkan Rp 50.000 per kuku; harga total untuk 10 kuku adalah Rp 500.000, tidak termasuk biaya cat. Perawatan paling mahal masih di bawah Rp 1 juta, jauh di bawah harga di Singapura, yang mencapai jutaan Rupiah.

Untuk perawatan standar selain kuku seni, harga berkisar dari Rp 50.000 hingga Rp 350.000, yang termasuk pijat singkat. Harga untuk turis dan penduduk lokal sama, tidak ada perbedaan. Tidak semua turis bermurah hati dalam memberikan tip kepada terapis.

“Beberapa bahkan meminta diskon,” ujarnya.

Seorang turis paruh baya dari Singapura, Anne Ho, yang telah selesai mendapatkan perawatan, mengatakan, tujuannya datang ke Batam memang untuk merawat kukunya dan mewarnainya. Menurutnya, harga jauh lebih murah.

“Terapisnya juga ramah. Saya sudah datang ke Batam beberapa kali untuk perawatan kuku,” kata Anne.

Citra Pariwisata Batam Berubah

Ketua regional Asosiasi Spa Indonesia (Aspi) untuk Kepulauan Riau, Alfian Chung Peony mengatakan, saat ini citra pariwisata Batam di mata orang Singapura telah berubah. Sebelumnya, turis Singapura yang datang ke Batam adalah kelas rendah, seperti sopir dan sebagainya.

“Dahulu, mereka ingin melakukan hubungan seks dan berjudi, tetapi sekarang mereka yang datang berbeda, kelas atas dan dengan keluarga dan juga lebih berpendidikan. Pilihan mereka adalah tentu saja pariwisata yang sehat, termasuk spa, pedikur dan manikur,” kata Alfian.

Alfian mengatakan, Aspi selain menyelenggarakan spa dan tempat-tempat pijat, juga merupakan asosiasi untuk sekitar 200 salon kecantikan dan panti yang tersebar di mal, pusat perbelanjaan, dan kompleks bisnis.

“Harga rendah dan dekat dengan Singapura adalah alasan utama bagi para wisatawan untuk datang ke sini,” ucapnya.

“Satu-satunya saingan Batam adalah Johor Bahru, yang dapat dicapai melalui darat dari Singapura, tetapi pilihan dan harga di Batam masih lebih bervariasi daripada di Johor Bahru,” tambahnya.

Kepala Badan Pariwisata Batam, Ardi Winata, mengatakan, sertifikasi terapis akan membutuhkan dukungan dari Kementerian Pariwisata.

“Karena wisatawan sekarang datang ke Batam untuk menikmati spa dan perawatan kecantikan, kami akan memberikan sertifikasi sehingga layanan yang diberikan dijamin,” sebutnya.

Imigrasi Batam mencatat, pada 2018 hingga 3,3 juta orang memasuki kota melalui lima pelabuhan feri internasional, Batam Centre, Citra Tritunas, Sekupang, Marina, dan Nongsa Point Marina. Dari 3,3 juta, 1,7 juta orang asing dan 1 juta warga negara Singapura.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar