Barisan Save NKRI Gelar Seminar Kepemudaan

Barisan Save NKRI Gelar Seminar Kepemudaan

Seminar Nasional Kepemudaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan di Aula Kampus Pelita Nusantara Medan, Sabtu (18/11)

(csp/eal)

Sabtu, 18 November 2017 | 14:59

Analisadaily (Medan) - Barisan Save Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menggelar Seminar Nasional Kepemudaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan di Aula Kampus Pelita Nusantara Medan, Sabtu (18/11).

Pada kegiatan yang mengangkat tema 'Pemuda Mengawal ke-Bhineka-an Bangsa Revitalisasi dan Aktualisasi' tersebut dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumatera Utara, Parlindungan Purba, sebagai keynote speaker.

Tidak hanya itu, hadir juga sebagai narasumber Dosen Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta, Yonky Karman, Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara, Budi Suherman, dan Pegiat Media Sosial, Birgaldo Sinaga.

Perlindungan Purba menyebut, masalah NKRI tidak boleh dilihat hanya dari sisi semangat saja. Perlu juga diperhatikan secara holistik karena persoalan sangat kompleks, terutama ekonomi.

"Apalagi di tengah era globalisasi, yang serba saling bersaing terutama dalam menguasai energi, makanan dan air minum," kata Perlindungan Purba di hadapan ratusan pemuda.

Jadi, lanjutnya, pemuda yang ada saat ini harus meningkatkan kualitas diri.  Dan menurutnya, masalah SARA yang gembor-gembor belakangan ini, tidak penting terlalu diperdebatkan.

"Saya pikir, isu suku, ras, agama dan antar golongan hanya sebagai strategi untuk memecah belah dan merebut Indonesia. Dan yang terpenting adalah pemuda harus punya semangat dan nilai-nilai kepahlawanan," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Frans Pandiangan mengatakan, pemuda perlu melihat persoalan-persoalan bangsa yang saat ini sedang kurang baik, seperti isu-isu perpecahan.

"Jadi dalam kegiatan ini ada beberapa kelompok pemuda yang tergabung di Save NKRI untuk berusaha menjadi penggerak pemersatu bangsa melalui anak-anak muda, termasuk mahasiswa," ujar Frans.

(csp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar