Banyak Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang, Medan Harus Remajakan Pohon

Banyak Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang, Medan Harus Remajakan Pohon

llustrasi

(jw/eal)

Rabu, 24 Juli 2019 | 14:15

Analisadaily (Medan) - Anomali cuaca di wilayah Kota Medan akhir-akhir ini berbuah musibah. Terpaan angin kencang dan hujan deras membuat sejumlah pohon tua tumbang. Mirisnya peristiwa itu menimbulkan korban.

Seperti peristiwa yang terjadi di Jalan Sekip, Kelurahan Sei Putih, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (23/7) kemarin. Pohon Mahoni tak jauh dari rel perlintasan kereta api tumbang dan menimpa satu unit mobil serta merusak jaringan fiber optik milik salah satu perusahaan telekomunikasi.

Tidak hanya itu, pada Jumat (19/7) kemarin seorang pengendara sepeda motor tertimpa pohon di kawasan Jalan Sudirman, Medan, yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri dan harus dibawa ke rumah sakit terdekat.

Rentetan peristiwa tersebut menimbulkan berbagai tanggapan di tengah-tengah masyarakat. Pihak yang paling bertanggungjawab tentu saja Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan. Banyak tudingan miring yang ditujukan kepada instansi tersebut.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, HM Husni, mengatakan bahwa semua peristiwa tersebut di luar kendali mereka. Anomali cuaca yang sering terjadi akhir-akhir ini menjadi penyebab rentetan musibah.

"Namanya faktor cuaca yang lagi ekstrem. Siapa pun tidak bisa mengendalikan kemauan alam," kata Husni, Rabu (24/7).

Menurutnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan bukan hendak melepas tanggungjawab. Justru sebaliknya, selama ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan secara rutin terus melakukan pemangkasan di beberapa ruas jalan di Kota Medan agar angin dan hujan tidak sampai membuat pohon tumbang.

Sayangnya, cuaca ekstrem terus berlangsung di beberapa wilayah Sumatera Utara, termasuk Medan. Hujan deras disertai angin kencang hampir terjadi setiap hari. Akibatnya, pohon-pohon yang belum sempat dipangkas tak mampu menahan terpaan angin kencang dan tumbang.

"Kebetulan saat pohon tumbang di Jalan Imam Bonjol simpang Sudirman Medan hari Jumat lalu menimpa pengendara sepeda motor. Tidak ada human error dalam peristiwa tersebut. Semua karena faktor alam dan kita tidak bisa mencegahnya," ucap Husni.

Husni juga berharap ke depannya pihaknya berupaya lebih keras untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon tua yang ada di Kota Medan agar tidak roboh atau tumbang jika terjadi hujan dan angin kencang.

"Pemangkasan pohon akan terus kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal yang serupa," ungkap Husni.

Sementara itu pemerhati lingkungan, MH Haekal sependapat dengan Husni. Menurutnya, upaya paling efektif untuk mencegah hal serupa terjadi adalah peremajaan pohon-pohon di pinggir jalan Kota Medan.

"Sebagian besar pohon-pohon yang ada di pinggir jalan sudah berusia puluhan tahun. Bahkan ada yang berusia seratusan tahun. Jadi, wajar jika tak lagi mampu menahan terpaan angin kencang dan hujan deras," terangnya.

Meski akan mengganggu nilai estetika, karena Kota Medan akan terlihat gersang pasca penebangan, tapi upaya itu masih lebih baik jika pohon-pohon itu dipertahankan.

"Saat ini pohon-pohon besar di pinggir jalan Kota Medan memang menambah keindahan dan membuat terlihat asri dan hijau. Tapi kita tentu tak ingin menanggung risiko tertimpa pohon," ujar Haekal.

Haekal juga mengingatkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan agar lebih selektif dalam pemilihan pohon untuk penghijauan. Di ruang terbuka dan publik, hendaknya ditanam pohon keras dan kuat serta memiliki daya tahan dari terpaan angin kencang seperti mahoni maupun trembesi.

"Terutama trembesi, karena sudah teruji seperti di Lapangan Merdeka Medan. Meski usianya sudah seratusan tahun, namun lebih kuat," jelasnya.

Untuk di kawasan pemukiman penduduk, Haekal menyarankan ditanami pohon yang memberi manfaat, seperti pohon buah-buahan.

"Selain membuat wajah Kota Medan asri, indah dan sejuk, ada manfaat yang bisa dipetik masyarakat dari pohon tersebut," pintanya.

Haekal juga menambahkan, agar DKP Kota Medan menyertakan ahli botani dalam program penghijauan. "Sehingga kondisi pohon-pohon yang ada di Kota Medan bisa terawasi, baik usia maupun ketahanannya," tambahnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar