Bank Indonesia Perwakilan Sumut Terima Rp 1,5 Triliun Uang Tak Layak Edar

Bank Indonesia Perwakilan Sumut Terima Rp 1,5 Triliun Uang Tak Layak Edar

Contoh uang tidak layak edar

(rzp/eal)

Rabu, 14 November 2018 | 17:23

Analisadaily (Medan) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima Rp 1,5 triliun uang tidak layak edar. Uang tersebut berasal dari setoran bank dan masyarakat di Oktober 2018.

Direktur BI KPw Sumut, Andiwiana S mengatakan, Rp 1,5 triliun itu termasuk jumlah yang besar. Uang tidak layak edar tersebut berasal dari berbagai daerah di Sumut.

"Ini menggambarkan kesadaran masyarakat untuk memelihara uang yang mereka miliki, mungkin perlu ditingkatkan lagi. Ini sangat memprihatinkan, apalagi pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu jumlah uang yang tidak layak edar ini cukup besar," kata Andiwiana, Rabu (14/11).

Diterangkan Andiwiana, Bank Indonesia terus mengampanyekan ke masyarakat, salah satunya menyarankan uang agar tidak dilipat, tidak diklip, tidak dicoret-coret dan disimpan dengan baik.

"Memang masyarakat kita masih perlu diedukasi untuk memperlakukan uangnya dengan baik," terangnya.

Andiwiana menjelaskan bahwa biaya untuk mencetak uang dan mendistribusikan ke masyarakat serta pengelolaan uang sangat besar.

"Seandainya itu bisa dihemat, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif," jelasnya.

Dikatakan Andiwiana, semakin sering dilipat dan dipindah tangan, maka kadar uang semakin berkurang. Ujung-ujungnya jika disortir oleh bank dan disetorkan Bank Indonesia, dikategorikan uang tidak layak edar.

"Di negara lain bisa lebih lama bertahan, dikarenakan perilaku masyarakat. Kualitas uang sebetulnya hampir sama setiap negara. Di negara lain bisa sampai 19 kali berpindah tangan. Sedangkan di Indonesia hanya sekitar 11 kali," tandasnya.

(rzp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar