Bank Indonesia: Di Kota Medan, 10.400 Kartu Sudah GPN

Bank Indonesia: Di Kota Medan, 10.400 Kartu Sudah GPN

Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Andi S Wiyana.

Kamis, 25 Oktober 2018 | 19:53

Analisadaily (Medan) - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Utara (Sumut) telah menerima penukaran sebanyak 10.400 kartu menjadi kartu Gerbang Pembayaran Nontunai (GPN). Jumlah ini sejak diadakannya Pekan GPN pada tanggal 21 Oktober 2018.

“Hal tersebut memperlihatkan antusias masyarakat cukup tinggi akan GPN. Data yang kami terima 10.400 kartu yang ditukarkan melalui bank-bank yang ada di Medan,” kata Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Andi S Wiyana, Kamis (25/10).

Andi menilai, hal tersebut tentunya cukup bagus, walau masih belum mencapai target yang telah ditentukan Bank Indonesia selama Pekan GPN berlangsung, 21 Oktober hingga 3 November 2018.

“Masih di dalam target. Selama pelaksanaan Pekan GPN, kami menargetkan 23.400 kartu ditukarkan oleh masyarakat. Batas penukaran GPN tersebut hingga 2021 mendatang. Bank Indonesia optimis bisa tercapai,” ucapnya.

Andi menyebut, bagi masyarakat yang masih membutuhkan kartu debet untuk digunakan di luar negeri, secara mayoritas kartu debet dan kartu ATM yang beredar di Indonesia pada waktunya nanti adalah kartu yang berbasis GPN.

Bank Indonesia masih berkoordinasi dengan berbagai pihak, bisa saja nanti bentuknya kartu combo, nanti juga berbasis GPN, tetapi juga ada kartu yang diselenggarakan oleh penyelenggara kartu di internasional.

“Hal tersebut tidak akan membingungkan, karena kartu yang berbasis chip itu bisa menampung informasi lebih dari dua kartu. Sebetulnya di kartu tersebut sudah bisa secara terpisah mengelola atau mencatat transaksi beberapa rekening,” sebutnya.

Untuk transaksi dalam negeri nantinya semua akan memakai GPN agar dapat diproses oleh sistem dalam negeri, sebab semua transaksi yang di dalam negeri harus menggunakan GPN. Ada banyak keuntungan juga yang didapatkan nasabah, karena prosesnya yang memang di dalam negeri.

“Kalau kita bicara jangka panjang, dan bicaranya lebih ke teknis, kita bilang lebih aman karena datanya ada di dalam negeri dan di simpan di dalam negeri,” tandasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar