Banjir Melanda 15 Kabupaten, 12.495 KK Terdampak

Banjir Melanda 15 Kabupaten, 12.495 KK Terdampak

Tim SAR saat melakukan evakuasi terhadap korban banjir, Kamis (7/3)

(rel/csp)

Kamis, 7 Maret 2019 | 19:00

Analisadaily (Jawa Timur) – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika menyampaikan, prakiraan hujan berpotensi tinggi untuk daerah-daerah di Indonesia. Pada Rabu (6/3), curah hujan tinggi dan berdurasi lama turun di beberapa daerah sesuai prakiraan sehingga menimbulkan banjir, longsor dan puting beliung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menginformasikan, di Jawa Timur, hujan deras menyebabkan banjir dan melanda 15 kabupaten. Karena, sungai-sungai dan drainase yang ada tidak mampu mengalirkan aliran permukaan sehingga merendam di banyak tempat.

“Data sementara, banjir menyebabkan lebih dari 12.495 KK terdampak. Sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Sutopo lewat pesan Whatsapp sebagaimana yang diterima Analisadaily.com, Kamis (7/3).

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Timur, 15 kabupaten yang mengalami banjir adalah Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo.

Juga di Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan dan Blitar. Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten Madiun.

Dalam pesan itu, Sutopo mengatakan, BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Evakuasi, pemberian bantuan permakanan, pendirian tenda, pendataan masih dilakukan.

“Masyarakat dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, longsor dan puting beliung. Potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berpeluang terjadi di beberapa di Jawa, Bali, NTB, NTT Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Papua Barat,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia menyebabkan curah hujan tinggi di kawasan Indonesia. MJO adalah fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia)  ke timur dengan membawa massa udara basah.

“Masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ini meningkatkan potensi curah hujan bagi daerah yang dilalui. Fenomena ini bisa bertahan hingga satu minggu,” tambah Sutopo.

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatera yang membentuk  daerah pertemuan angin cukup konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Jawa menyebabkan curah hujan meningkat.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar