Banjir dan Longsor Landa Sebagian Sumatera Barat, 2 Tewas

Banjir dan Longsor Landa Sebagian Sumatera Barat, 2 Tewas

Longsor di Desa Sintuak Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (9/11) (Foto BNPB/SutopoPurwoNogroho)

(rel/csp)

Jumat, 9 November 2018 | 18:43

Analisadaily (Sumatera Barat) - Hujan deras yang melanda Sumatera bagian barat menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Lampung. Meski belum semua daerah di Indonesia memasuki musim hujan, namun Sumatera dan Jawa bagian barat telah terjadi peningkatan hujan selama sepekan terakhir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor kembali terjadi Kota Pariaman, tepatnya di Desa Sintuak Nareh Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat, Jumat (9/11) pukul 05.53 WIB.

Longsoran lereng bukit menerjang rumah di bawahnya. Akibatnya satu orang meninggal dunia (Sawitri, 23) dan 2 orang luka-luka (Sri Wahyuni, 16 dan Sharial, 52). Korban merupakan satu keluarga. Korban meninggal dunia telah dimakamkan sedangkan korban luka di rawat di rumah sakit terdekat.

Kerusakan fisik adalah satu rumah rusak berat. BPBD Kota Pariaman bersama TNI/Polri dan SAR telah melakukan pendataan dan evakuasi korban. Aparat dan warga setempat melakukan gotong-royong membersihkan material longsor Walikota Pariaman telah memberikan santunan sebesar Rp. 20 juta kepada keluarga korban.

Sementara itu, banjir yang Desa Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Rabu (7/11) pukul 12.00 WIB menyebabkan satu orang hanyut. Hingga saat ini korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan asih terus mencari korban.

Pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB, di Pasaman Barat, banjir dan longsor melanda Desa Parik Kecamatan Koto Balingka, Sumatera Barat. Akibatnya, 1 orang meninggal dunia (Ahmad, 10). 100 KK mengungsi ke jorong terdekat, 2 rumah hanyut, 1 mushola rusak dan 2 jembatan gantung rusak berat.

Longsor di Desa Sintuak Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (9/11)

Longsor di Desa Sintuak Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (9/11) (Foto BNPB/SutopoPurwoNugroho)

“Penanganan darurat dilakukan dengan melakukan evakuasi, membagikan bantuan, mendirikan dapur umum dan pos darurat. Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung,” kata Sutopo.

Masih kata Sutopo, intensitas hujan akan terus meningkat sehingga potensi bencana juga meningkat. Lakukan upaya antisipasi dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Jangan melakukan aktivitas saat cuaca mendung atau hujan.

“Cermati tanda-tanda potensi longsor di sekitar lereng perbukitan. Beberapa tanda potensi longsor adalah munculnya retakan, munculnya rembesan atau mataair, pohon miring dan lainnya,” tambah Sutopo sebagaimana informasi yang diterima Analisadaily.com, Jumat (9/11).

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar