Banjir dan Longsor di Pangandaran Tewaskan 4 Orang Warga

Banjir dan Longsor di Pangandaran Tewaskan 4 Orang Warga

BNPB.

(csp/rzp)

Sabtu, 7 Oktober 2017 | 14:33

Analisadaily (Jawa Barat) - Hujan deras yang turun sejak Jumat (6/10) pukul 20.00 Wib, membuat sungai dan anak-anak sungai meluap sehingga wilayah Pangandaran banjir. Hingga hari ini, Sabtu (7/10), banjir masih merendam Komplek Perum Garden Estetika Dusun Cikangkung RT 01 RW 04 Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, data sementara 120 rumah terendam banjir, yang ketinggian airnya mencapai 2 meter, dan kondisi masih hujan.

Evakuasi dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pangandaran (DPKPB) bersama TNI, Polri, Basarnas, BPBD Provinsi, SKPD, relawan dan masyarakat. Tidak hanya itu, hujan juga menyebabkan longsor yang menimbun dua rumah di Dusun Sangkang Bawang, RT 19, RW 08, Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Longsor menimpa 2 rumah warga berpenghuni 2 KK (7 jiwa). Akibatnya, 4 orang meninggal dunia dan 3 orang luka ringan karena tertimbun longsor. Korban sudah berhasil dievakuasi. Korban meninggal atas nama Ny. Yuyun (36), Aldi (6), Andika (8 bulan), dan Ny. Arsih (60). Korban luka ringan adalah Rasman (40), Ari (14), dan Anida (8 bulan).

Petugas dari DPKPB dan relawan bersama-sama membersihkan sisa-sisa longsoran tanah dan menyemayamkan korban. Rumah berada di tebing lereng sehingga rawan longsor. Sutopo mengimbau, masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor.

BNPB.

BNPB.

“Sebagian wilayah sudah memasuki musim penghujan, meskipun musim penghujan pada awal November mendatang. Musim kemarau telah menyebabkan tanah-tanah retak mudah terisi aliran permukaan saat hujan sehingga memicu longsor,” kata Sutopo.

Dia menambahkan, longsor merupakan bencana yang banyak menimbulkan korban jiwa. Selama tahun 2017 ini, lanjutnya, tercatat 438 kejadian bencana longsor di Indonesia. “95 orang meninggal dunia, 132 orang luka-luka, 43.416 orang menderita dan mengungsi, dan lebih dari 1.500 unit rumah rusak. Puncak musim penghujan diperkirakan Januari 2018 sehingga ancaman banjir dan longsor akan makin meningkat,” tambahnya.

(csp/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar