Bandara Silangit Ganti Nama, Nikson Bababan: Semua Harus Terlibat

Bandara Silangit Ganti Nama, Nikson Bababan: Semua Harus Terlibat

Bandara Raja Sisingamangaraja, Tapanuli Utara, Senin (10/9)

(jw/csp)

Senin, 10 September 2018 | 17:23

Analisadaily (Tapanuli Utara) - Bandara Silangit resmi berganti nama menjadi Bandara Raja Sisingamangara XII, namun perubahan itu membuat Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, merasa heran.

Ia mengaku bingung karena tiba-tiba Bandar Silangit berubah nama. Ia juga tidak mempermasalahkan pergantian nama. Hanya saja, ia heran mengapa keputusan itu terkesan menciderai keputusan bersama anggota DPRD dan masyarakat sekitar Bandara Silangit.

"Bandara Silangit itu sudah ditandatangani Pak Presiden Joko Widodo," kata Niskon, Senin (10/9).

Ternyata, lanjutnya Nikson, informasi yang diperolehnya, pergantian nama itu diusulkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Taput, Mauliate Simorangkir. Ada sekelompok oknum yang mengusulkan agar nama Silangit diganti.

Dan, pergantian nama itu diusulkan ke Gubernur Sumut yang saat itu dijabat Tengki Erry Nuradi. Ketika itu Nikson sedang cuti karena ikut pesta demokrasi, Pemilihan Kepala Daerah 2018.

"Nah, seharusnya kan sebagai Plt harus menunggu Bupatinya aktif kembali," ungkap Nikson.

Nikson menegaskan, Plt tidak bisa mengambil kebijakan. Meskipun bisa, harus dalam keadaan darurat, terlebih dengan persetujuan Menteri Dalam Negeri.

"Kan sudah diresmikan Presiden Bandara Silangit itu. Kenapa harus dirubah lagi. Kesal sih enggak. Tapi kenapa bisa begitu," ucapnya.

Nikson menambahkan, perubahan nama bandara itu harus disetujui Pemerintah Kabupaten dan DPR serta masyarakat juga harus dilibatkan untuk membahas namanya. "Di sini juga semua harus terlibat," tambahnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar