Balita Berusia 2 Tahun Meninggal Dunia Setelah Dianiaya

Balita Berusia 2 Tahun Meninggal Dunia Setelah Dianiaya

Personil Polsek dan Satreskrim Polres Langkat melakukan olah tempat kejadian perkara dengan membongkar gundukan tanah yang di curigai tempat korban di kubur, Jumat (6/9)

(jw/csp)

Jumat, 6 September 2019 | 11:05

Analisadaily (Medan) - Seorang ayah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menganiaya anak tirinya yang masih balita hingga meninggal dunia pada Selasa (27/8) kemarin.

Dari informasi yang diperoleh, balita berusia 2 tahun itu bernama M. Ibrahim Ramadan. Korban ditemukan sepekan setelah di kubur oleh ayah tirinya.

"Tersangka bernama Riki Ramadhan Sitepu (30). Korban di kubur di sebuah lereng bukit yang berada di Dusun I, Desa Ponco Warno Kecamatan Salapian," kata Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa, Jumat (6/9).

Sebelum membunuh, AKP Teuku melanjutkan, tersangka lebih dahulu menganiaya korban dari Sejak Senin (19/8) hingga Minggu (25/8) di rumahnya di Dusun III Batu Guru Ponco Warno Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat.

"Penganiyaan dilakukan dengan cara memukul dibagian bahu, kaki, tangan, pantat korban dan membuat api rokok di bagian tangan, kuping, bahu, memasukan korban ke goni serta digantung di luar gubuk," tuturnya.

Maih kata AKP Teuku, pada Selasa (27/8) pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia dan di kuburkan oleh tersangka dan istrinya di bawah lereng bukit dengan kedalaman sekitar 50 meter.

"Kemudian pada Rabu (4/9) polisi mendapat informasi dari masyarakat mengenai adanya bau menyengat di sekitar bukit dan langsung melakukan identifikasi," jelasnya.

Personil Polsek dan Satreskrim Polres Langkat melakukan olah tempat kejadian perkara lalu membongkar gundukan tanah yang di curigai tempat korban di kubur.

"Setelah petugas menggali gundukan itu, ditemukan jenazah korban yang dibungkus pakai kain. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan otopsi," terang Fathir.

Setelah korban di bawa ke RS Bhayangkara, polisi langsung melakukan pencarian terhadap Riki Ramadhan dan Sri Astuti (28) istri yang juga ibu kandung korban. Pada Rabu (4/9) pukul 24.00 WIB keduanya ditangkap di Jalan Binjai-Bukit Lawang, Kabupaten Langkat.

"Setelah petugas mengintrogasi mereka. Keduanya mengakui telah melakukan penganiayaan terjadi korban," ucap Fathir.

Terkait motif dan keterlibatan istri tersangka, Fathir menambahkan, polisi masih melakukan penyelidikan. Atas perbuatannya, Riki dijerat dengan  Pasal 340 juncto Pasal 338 KUHPidana sub Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar