Balai Karantina Kualanamu Amankan Empat Ekor Cendrawasih

Balai Karantina Kualanamu Amankan Empat Ekor Cendrawasih

Cendrawasih (Family paradisaeidae) saat diamankan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Jumat (11/8)

(jw/csp)

Jumat, 11 Agustus 2017 | 20:38

Analisadsily (Medan) - Petugas Balai Karantina Pertanian Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) berhasil mengamankan 4 ekor burung Cendrawasih atau Family paradisaeidae, yang dikirim melalui pesawat jurusan Surabaya-Medan.

Setelah diamankan, petugas karantina di KNIA, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara langsung menjemput satwa dilindungi itu.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sumut, Irzal Azhar mengatakan, pengiriman burung Cendrawasih dari Surabaya ke Medan dengan modus menyatukan burung di kandang berisi ayam.

Cendrawasih (Family paradisaeidae)

Cendrawasih (Family paradisaeidae)

"Jadi, untuk mengelabui petugas. Pengirim mencampurkannya dengan ayam. Namun, modus berhasil digagalkan petugas," kata Irzal di kantor BBKSDA Sumut, Jalan Sisingamangaraja. Jumat (11/8).

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Cendrawasih merupakan jenis satwa liar yang dilindungi.

Cendrawasih (Family paradisaeidae)

Cendrawasih (Family paradisaeidae)

Irzal menegaskan, pengirim satwa yang dilindungi dikenakan pasal 21 ayat 2 Jo Pasal 40 UU Nomor 5 tahun 1999 tentang KSDA Hayati dan Ekosistemnya terhadap barang siapa menangkap, menyimpan, memiliki, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi itu diancam pidana penjara. "Pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tegasnya.

Cendrawasih (Family paradisaeidae)

Cendrawasih (Family paradisaeidae)

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar