Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Rail Clinic di Stasiun Padanghalaban

Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Rail Clinic di Stasiun Padanghalaban

Pelayanan pengobatan gratis.

(rel/rzd)

Jumat, 7 September 2018 | 12:33

Analisadaily (Padanghalaban) - Setelah menyambangi Stasiun Rantau Prapat, Rail Clinic langsung menuju Stasiun Padanghalaban, Kabupaten Labuhanbatu Utara, untuk menyapa masyarakat serta melayani pengobatan gratis.

Manager Kesehatan PT KAI (Persero) Divre I SU dr. Miftah Farizd mengatakan, Rail Clinic merupakan suatu kebanggaan bagi PT KAI (Persero) karena dapat mewujudkan gagasan untuk menghadirkan kereta kesehatan yang mampu dioperasikan ke daerah-daerah terpencil atau pelosok yang dilintasi jalur kereta api.

“Rail Clinic juga merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dan edukasi kesehatan, serta sosialisasi keselamatan perkeretaapian,” kata dr. Miftah Farizd, Jumat (7/9).

Pelayanan kegiatan Bakti Sosial Rail Clinic meliputi pelayanan kesehatan dokter umum, pelayanan kesehatan gigi,pelayanan kebidanan, dan pemeriksaan mata. Fasilitas peralatan kesehatan di Rail Clinic diantaranya autorefraktormeter atau keraktormeter untuk mengecek kondisi mata, dental gigi yang dilengkapi kamera intraoral, alat USG, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Kita juga melaksanakan pembagian 50 kaca mata kepada masyarakat umum dan siswa SDN 115484 Sidomulyo dan SDN 117508 Karang Anyar, serta MTS Karang Anyar,” terang dr. Miftah Farizd.

Pelayanan pengobatan gratis.

Pelayanan pengobatan gratis.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I SU, M. Ilud Siregar menambahkan, kegiatan Bakti Sosial RailClinic ini adalah rangkaian program kegiatan lanjutan yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Stasiun Batangkuis, Stasiun Binjai, dan Stasiun Rantau Prapat.

Hal ini dilakukan sebagai upaya KAI untuk membantu pemerintah di bidang kesehatan, terutama kepada masyarakat di daerah sekitar jalur kereta api yang sulit dijangkau layanan kesehatan.

“Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan tetap bisa berobat,” tandasnya.

Sosialisasi keselamatan.

Sosialisasi keselamatan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar