Badan Ekonomi Kreatif Gelar Ajang Kreatifood di Medan

Badan Ekonomi Kreatif Gelar Ajang Kreatifood di Medan

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Kreatifood 2018 di Kota Medan, Kamis (9/8)

(rzp/csp)

Kamis, 9 Agustus 2018 | 17:01

Analisadaily (Medan) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Kreatifood 2018 di Kota Medan, setelah sebelumnya diselenggarakan dan dibuka di Surabaya. Kreatifood bertujuan meningkatkan peran subsektor kuliner dalam mendongkrak perekonomian Indonesia.

Kepala Subdirektorat Pasar Segmen Bisnis dan Pemerintahan Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf, Fahmy Akmal mengatakan, gelaran Kreatifood mendorong perusahaan rintisan (starup) kuliner untuk lebih mengembangkan usaha dengan mendapat akses ke kanal distribusi dan pemasaran.

Kreatifood dimulai tanggal 10-12 Agustus 2018 di Manhattan Times Square, Medan.

Ada 16 starup kuliner yang berpartisipasi seperti Arafatea, Arjuna 999; Momchips, Aloya Coffee, Chilibags, Forayya, Green Smoothue Factory, Happinaz, Haveltea, Jolley, Ladang Lima, LaRissso Spaghetti, Matchamu, Mocoa, Mozasshealthylabs, Power-G, dan Tahu Jeletot Taisi.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menghubungkan pemilik starup kuliner kepada akses permodalan perbankan maupun non perbankan," kata Fahmy, Kamis (9/8).

Diejelaskannya, Kreatifood 2018 yang telah diselenggarakan di Surabaya berhasil mempertemukan antara reseller atau distributor dengan para peserta FoodStarup Indonesia. Lebih dari separuh peserta Kreatifood di Surabaya berhasil memperluas pasarnya di wilayah Jawa Timur.

"Sambal Baba salah satu peserta dari Papua berhasil mendapat reseller yang tertarik untuk memasarkan produknya ke modern market. Sambal Baba juga dapat kesempatan investasi dari beberapa pihak yang tertarik," jelasnya.

Subsektor kuliner telah memberikan kontribusi terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tahun 2016. Berdasarkan survei khusus ekonomi kreatif oleh Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor ini menyumbang 41,4 persen. Pada tahun yang sama, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi $1.206,5 juta yang sebelumnya $1.1179,0 juta.

"Dari data empiris tersebut, Bekraf akan terus mengawal peningkatan subsektor kuliner agar dapat terus menjadi subsektor penyumbang PDB ekonomi kreatif dan dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia," terang Fahmy.

Ketua Perkumpulan FoodStartup Indonesia, Yustinus Agung menyebut, kepesertaan Kreatifood 2018 harus melalui proses kurasi. Karenanya peserta yang terkurasi merupakan nominasi kegiatan FoodStarup Indonesia yang dilaksanakan oleh Deputi Akses Permodalan Bekraf.

"Kreatifood sendiri program lanjutan dan pendukungan FoodStarup Indonesia dalam bidang pemasaran yang dilaksanakan oleh Deputi Pemasaran Bekraf," sebutnya.

Diungkapkan Yustinus, yang menarik dari Kreatifood 2018 adalah, keberanian untuk mengembangkan pemasaran produk di luar kota asalnya, menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi calon peserta. Hal ini dimaksudkan untuk membuka kesempatan mempromosikan produknya kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Dalam setiap acara Kreatifood, Bekraf mengundang pelaku ekonomi kreatif kuliner untuk mengikuti kelas mini di setiap kota. Pengetahuan yang diharapkan dapat menambah wawasan para pelaku kreatif sub sektor kuliner, antara lain ilmu investasi, kesiapan memasarkan di luar negeri, dan bagaimana melakukan pengembangan kapasitas produksi.

"Kreatifood diinisiasi Deputi Pemasaran Bekraf sejak 2016. Dengan adanya keterlibatan penuh pemerintah, dan kerja sama dengan pihak swasta, diharapkan perkembangan ekonomi kreatif berlangsung lebih cepat," tandasnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar