Ayo! Dukung Pendidikan Anak Indonesia Melalui ‘Patungan Untuk Berbagi’

Ayo! Dukung Pendidikan Anak Indonesia Melalui ‘Patungan Untuk Berbagi’

Peluncuran kampanye 'Patungan Untuk Berbagi'.

(rel/rzd)

Jumat, 3 Mei 2019 | 16:12

Analisadaily (Jakarta) - Kolaborasi gerakan sosial berbasis digital terbesar di Indonesia bertajuk ‘Patungan untuk Berbagi’ diumumkan. Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berdonasi melalui platform OVO, Tokopedia, dan Grab di bulan Ramadan demi mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia.

Berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2017, masih terdapat 4,4 juta anak Indonesia, termasuk yatim, piatu, dan kurang mampu, belum memiliki jaminan pendidikan. Donasi yang terkumpul akan disalurkan oleh Rumah Yatim untuk memberikan pendidikan yang lebih layak dan berkesinambungan.

Membangun kesadaran dan menggugah aksi nyata, ‘Patungan untuk Berbagi’ akan mempersembahkan beasiswa dan kebutuhan sekolah bagi anak-anak yatim, melalui donasi digital yang didukung juga oleh festival yang dilakukan di delapan kota besar di Indonesia.

Pengunjung festival dapat berdonasi dengan memindai QR code yang tersedia di lokasi festival. OVO, Tokopedia dan Grab akan melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai dengan 10 miliar rupiah, menegaskan pentingnya pendidikan untuk yatim, piatu, dan kurang mampu yang menjadi fokus program ini.

“Kita sebagai perusahaan teknologi Indonesia, bersama OVO dan Grab, mengajak seluruh masyarakat berbagi kepada sesama secara lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi,” kata Co-Founder sekaligus Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, ditulis Jumat (3/4).

Leontinus menyebut, Februari 2018 lalu Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII mengungkap 143,26 juta jiwa atau setara 54,7 persen penduduk di Indonesia telah terjangkau internet. Pihaknya percaya, dengan adanya akses internet yang semakin inklusif, gerakan ini bisa diikuti oleh lebih banyak masyarakat.

“Akhirnya bisa membantu pendidikan anak-anak yang membutuhkan. TKita juga percaya, pendidikan yang lebih baik akan membantu menciptakan peluang dan membawa kehidupan yang lebih baik di masa depan,” sebutnya.

Direktur OVO, Harianto Gunawan mengungkapkan, sebagai bagian dari ekosistem digital terbesar di Indonesia, pihaknya senantiasa mengembangkan jumlah use case untuk melingkupi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Mulai transportasi, e-commerce hingga warung dan pujasera, mereka terus mengedukasi masyarakat tentang kelebihan transaksi non tunai, khususnya keamanan serta kemudahan dalam bertransaksi.

“Kami percaya bahwa kegiatan ini akan membawa dampak besar bagi percepatan dan pemerataan ekonomi digital, sekaligus membangun generasi muda yang cakap, kreatif, inovatif dan tanggap teknologi,” ungkapnya.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menuturkan, di bulan Ramadan mereka ingin turut berkontribusi membantu para pengguna menjadi lebih dekat dengan sesama yang membutuhkan, termasuk anak yatim piatu. Sebagai everyday super app terkemuka di Asia Tenggara, kami selalu melakukan inovasi yang dapat memenuhi setiap kebutuhan para pengguna.

“Melalui kolaborasi dari ketiga perusahaan yang memiliki ekosistem digital terbesar di Indonesia, kami berharap dapat meningkatkan kontribusi sosial masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Wakil Direktur Utama Rumah Yatim, Lili Herliana Abdurrahman, mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dalam gerakan ini. Menurutnya, rantai kemiskinan bisa diputus dengan adanya pendidikan yang lebih baik. Pihaknya berharap, banyak masyarakat Indonesia yang tergerak untuk berpartisipasi dalam gerakan ini.

“Semuanya demi mendukung pendidikan jutaan anak yatim dan yang membutuhkan. Mengingat juga di dalam bulan Ramadan, pahala dilipatgandakan sebanyak 70 kali,” ujarnya.

Diapresiasi Menteri Komunikasi dan Informatika

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, sangat mengapresiasi dan mendukung jalannya ‘Patungan untuk Berbagi’ dalam menyambut Ramadan. Gerakan sosial tersebut membuktikan ekosistem digital bisa menggerakkan masyarakat Indonesia untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan dengan lebih mudah.

“Ekosistem digital pulalah yang selama ini telah memberi contoh masif dalam implementasi ekonomi berbagi dan bergotong royong. Ini sangat membanggakan, karena semangat yang merupakan kearifan lokal tetap dilestarikan oleh bisnis yang ditulang punggungi generasi millennial,” ucap Rudiantara.

Festival ‘Patungan untuk Berbagi’ diadakan di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, dan Makassar. Selama festival ini berlangsung, para pengunjung dapat secara langsung berkontribusi dengan memindai QR code yang tersedia di booth Patungan untuk Berbagi.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar