Atasi Masalah Limbah Domestik, ITB Ciptakan Septic Tank Modifikasi

Atasi Masalah Limbah Domestik, ITB Ciptakan Septic Tank Modifikasi

Foto/dtc

Senin, 22 Desember 2014 | 10:18

detikNews - Jakarta, Salah satu penyebab masalah lingkungan di DKI Jakarta makin parah adalah area cakupan sistem pengelolaan limbah domestik yang kecil bila dibandingkan beban limbah yang besar. Untuk mengatasinya, ITB bekerja sama dengan PD PAL DKI Jakarta menciptakan septic tank modifikasi.

Masyarakat di berbagai kawasan di DKI Jakarta belum tercakup sistem pengelolaan limbah selama ini memiliki dua pilihan, yaitu membuang limbahnya langsung ke sungai atau membuat septic tank sementara. Hanya saja karena bersifat sementara, septic tank ini tidak memiliki sistem pengolahan jadi tetap bisa mencemari air tanah.

"Septic tank yang ada sekarang tidak sesuai standar. Hanya menampung feses (tinja) dan tidak ada proses pengolahannya," kata dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir. Agus Jatnika Effendi, PhD saat berbincang dengan detikcom, Senin (22/12/2014). 

Populasi penduduk DKI Jakarta yang padat berbanding lurus dengan jumlah limbah yang dikeluarkan. Konsentrasi limbah yang tinggi dikalikan dengan debit buangan manusia setiap harinya menghasilkan beban limbah di Jakarta setiap harinya terus bertambah.

Agus memaparkan bahwa saat ini baru 10 persen area di DKI Jakarta yang memiliki sistem pengelolaan limbah. Daripada memanfaatkan septic tank sementara, Teknik Lingkungan ITB bekerja sama dengan PD PAL DKI Jakarta menciptakan septic tank modifikasi.

"Kami punya kerja sama dengan PD PAL yaitu septic tank modifikasi. Ini tidak akan mengakibatkan dampak buruk terhadap lingkungan," ucap dosen di bidang Rekayasa Limbah Cair ini. 

Limbah yang masuk ke septic tank modifikasi ini akan diolah sehingga keluarannya sudah memenuhi standar yang ada. Agus mengungkapkan bahwa inovasi ini menyasar masyarakat yang belum tercakupi saluran pengelolaan dari PD PAL. 

"Kita baru akan mulai uji coba. Bagi saya, ini akan signifikan memperbaiki kondisi lingkungan di DKI," ucap Agus yang merupakan pemegang gelar doktor dari University of Wales, Inggris ini. (imk)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar