Atasi Banjir, USM-Indonesia Pelopori Pembuatan Biopori

Atasi Banjir, USM-Indonesia Pelopori Pembuatan Biopori

Pembuatan biopori di SMA Swasta Mulia Pratama, Kota Medan, Jumat (19/10)

(rzp/csp)

Jumat, 19 Oktober 2018 | 17:35

Analisadaily (Medan) - Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia mempelopori pembuatan biopori di 100 SMA-SMK di Kota Medan. Ini merupakan upaya perguruan tinggi dalam mengatasi banjir yang kerap terjadi dibeberapa daerah, khususnya di Kota Medan.

Kordinator kegiatan dan Dosen Kesehatan Masyarakat USM-Indonesia, Dr. Otniel Ketaren  mengatakan, banjir seakan menjadi langganan. Banjir salah satu bencana alam, akan tetapi juga karena ulah warga.

“Perilaku warga yang membuang sampah sembarangan membuat banyak saluran air atau drainase tersumbat. Adanya genangan air di beberapa bagian wilayah kota pada gilirannya mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat,” kata Dr. Otniel Ketaren, Jumat (19/10).

Melihat situasi ini, lanjut Otniel, USM-Indonesia terpanggil untuk berperan bagaimana mengurangi intensitas banjir. Salah satunya adalah kegiatan kampanye pembuatan biopori.

Biopori adalah lubang artifisial dipermukaan tanah dibuat sedemikian rupa sehingga membantu peresapan air sekaligus bisa dimanfaatkan untuk tempat pembusukan sampah organik menjadi kompos.

“Cara pembuatannya sangat sederhana, dapat dilakukan oleh rumah tangga maupun perkantoran di halaman masing-masing,” tambahnya.

Masih kata Otniel, USM-Indonesia mempelopori kampanye pembuatan biopori di 100 SMA/Madrasah di Kota Medan. Setiap sekolah 5 biopori percontohan dengan harapan dapat menjadi pemicu pembuatan biopori di sekolah lain, dan menyesuaikan dengan luas halamannya.

Rektor USM-Indonesia, Dr. Ivan Elisabeth Purba menyampaikan, lingkungan kampus ini telah dilengkapi biopori untuk mengurangi banjir dan komposting sampah organik. Sedangkan sampah anorganik, sudah punya Bank Sampah yang bekerjasama dengan Bank Sampah Induk milik Pemprovsu.

“Kita harap, Pemerintah Kota mewajibkan tiap rumah tangga dan perkantoran membuat biopori ini,” harap Rektor.

Rektor mengatakan, kegiatan kampanye biopori di 100 Sekolah/Madrasah ini sekaligus sebagai salah satu sumbangan dalam rangka pekan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) Nasional yang akan dilaksanakan pada 28-29 Oktober 2018.

Kegiatan yang dianjurkan BNPB adalah kegiatan The Power Of 100. Kegiatan-kegiatan yang berdampak positif terhadap pengurangan risiko bencana, dengan jumlah masing-masing kegiatan 100 unit, yang diharapkan dapat menularkan ide-idenya kepada masyarakat luas.

Sejauh ini para pimpinan sekolah dan guru-guru sangat antusias dan berterimakasih kepada USM-Indonesia, dan berjanji akan berusaha membuat biopori tambahan di lingkungan sekolah dan rumah masing-masing.

Kegiatan pembuatan Biopori ini sudah berlangsung sejak 16 Oktober 2018, dan masih terus berlangsung hingga saat ini, sampai 100 sekolah.

Beberapa SMA di Kota Medan yang telah siap adalah SMA Negeri 2, SMA Negeri 12, SMA Negeri 17, SMA Santo Yosep, SMA Dharma Bakti 1, SMA Swasta Mulia Pratama, SMK Sentra Medika, dan SMA Swasta Almanar.

Proses pembuatan biopori di salah satu sekolah di Kota Medan, Jumat (19/10)

Proses pembuatan biopori di salah satu sekolah di Kota Medan, Jumat (19/10)

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar