Arman Depari: Polisi Terlibat Narkoba Tidak Hanya Dipecat, Dihukum Berat

Arman Depari: Polisi Terlibat Narkoba Tidak Hanya Dipecat, Dihukum Berat

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari.

(jw/rzd)

Jumat, 25 Januari 2019 | 15:08

Analisadaily (Medan) - Banyaknya oknum anggota kepolisian terlibat dalam penyalahgunaan narkotika membuat nama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tercoreng.

Seperti yang terjadi di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, dalam waktu sepekan belakangan ini, pihak kepolisian mengamankan dua oknum anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. 

Menanggapi hal tersebut, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, seharusnya oknum polisi yang terlibat dengan narkoba harus dihukum seberat-beratnya.

"Bukan hanya dipecat, tapi harus dihukum seberat-beratnya lebih berat dari masyarakat yang melakukan hal yang sama," kata Arman, Jumat (25/1).

Menurut Arman, selain dipecat, hukuman dengan seberat-beratnya perlu diberikan kepada oknum yang terlibat, karena aparat kepolisian yang seharusnya melindungi masyarakat dari peredaran barang haram tersebut, bukan malah memberi contoh yang dilarang negara.

"Aparat kepolisian yang seharusnya melindungi dan memberantas narkoba, tapi justru dia melakukan perbuatan terlarang itu sama seperti penjahat. Bukan dipecat saja, harus dihukum lebih berat dari yang lain," tegasnya.

Untuk diketahui, oknum anggota kepolisian yang terlibat peredaran narkoba dengan barang bukti 15 Kilogram diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut pada Minggu (20/1) lalu.

Setelah penangkapan tersebut, seorang oknum kepolisian juga berurusan dengan institusinya sendiri karena kedapatan tengah mengonsumsi sabu-sabu di kawasan Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar