Aplikasi ‘Kepul’ Akan Dilombakan di APICTA Awards 2018

Aplikasi ‘Kepul’ Akan Dilombakan di APICTA Awards 2018

<span rgb(34,="" 34,="" 34);="" font-family:="" sans-serif;"="">Pencipta Aplikasi Kepul, Abdul Latif Nasution (paling kanan) bersama rekannya, Novira Naili Ulya Siregar dan Amalia Rahmi Simanjuntak

(jw/csp)

Rabu, 19 September 2018 | 15:15

Analisadaily (Medan) - Lewat aplikasi jual sampah daur ulang, karya anak-anak muda Kota Medan ini menjadi satu-satunya startup dari Sumatera Utara yang mewakili Indonesia di Asia Pasific ICT Alliance Awards (APICTA Award) 2018 di Guangzhou, China, 9-13 Oktober 2018.

Pencipta aplikasi ‘Kepul’, yaitu Abdul Latif Nasution dan Afrizal Yusuf Rangkuti, yang merupakan sarjana Informasi Teknologi (IT) dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Saat membuatnya, ia masih menjadi mahasiswa. Kemudian, berkeinginan membuat aplikasi yang bermanfaat untuk orang banyak. Tercetuslah ide membuat aplikasi ‘Kepul’.

"Tim Kepul sendiri dibentuk tahun 2017. Tim ini dibantu teman sesama mahasiswa IT USU, ada Amalia Rahmi Simanjuntak, Novira Naili Ulya Siregar, Dendy Herlambang dan Astria M Silaban," kata Abdul Latif, Rabu (19/9).

Banyaknya sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), juga disebabkan minimnya Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Medan. Sebagai upaya untuk tetap menjaga lingkungan maka persoalan sampah ini harus diurai.

Salah satunya dengan menciptakan aplikasi layanan yang bisa diakses masyarakat secara mudah, cepat dan murah. Selain itu, aplikasi jasa pengumpulan sampah daur ulang ini dilakukan melalui pengepul-pengepul (tukang botot) di sekitar tempat tinggal masyarakat.

"Jadi, pengguna aplikasi dapat mencari pengepul terdekat dari rumahnya melalui aplikasi Kepul dengan memanfaatkan sistem navigasi GPS. Tentunya, sampah yang diterima merupakan sampah berupa kertas, plastik, logam dan barang yang dapat di daur ulang," jelasnya.

Teknisnya, para pengepul nantinya mengumpulkan sampah dari pengguna aplikasi. Sebaliknya, pengepul akan memberikan uang sesuai harga dan jumlah berat sampah. Berapa banyak sampah yang dikumpulkan akan diisi oleh pengguna di dalam aplikasi.

“Hal ini untuk menjaga kejujuran pengepul kepada kita," sambungnya.

Abdul menyebutkan, Kepul juga menyediakan pasar untuk produk daur ulang barang bekas yang dikumpulkan pengepul. Sehingga, aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk UMKM hasil daur ulang.

Sekarang, aplikasi Kepul masih menggunakan sistem call center, karena aplikasi Kepul masih di reviewer oleh Goggle, dan baru bulan depan akan dilaunching di Playstore. Sudah 5 bulan berjalan ada 10 pengepul yang bergabung.

Masing-masing pengepul di daerah Padang Bulan, Medan Johor, Setia Budi, dan Jalan Sisingamangara.

"Sudah mencapai 750 transaksi. Jadi, pengguna saat ini bisa menghubungi call center kami, dan para pengepul nantinya akan menjemput sampah daur ulang ke masyarakat yang menelepon kami," ungkap Latif.

Dalam Asia Pasific ICT Alliance Awards (APICTA Awards) 2018 di Guangzhou, China, Abdul Latif, berharap, bisa menang. Tetapi, ia dan rekan-rekannya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dana untuk berangkat ke China.

Bahkan, mereka juga membuat gerakan 3.000 orang donatur dan bersedia menyumbangkan Rp10.000 per orang, agar bisa mengikuti kompetisi. "Kami mengajak semua untuk berjuang bersama. Kami juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah," ujar Latif.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar