Apindo Sumut Keluhkan Penerapan Verifikasi Berat Peti Kemas

Apindo Sumut Keluhkan Penerapan Verifikasi Berat Peti Kemas

Wakil Ketua Apindo Sumut, Pin Pin (tengah)

(rel/rzd)

Rabu, 29 Mei 2019 | 16:55

Analisadaily (Medan) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan penerapan Verified Gross Mass of Container (VGM) atau verifikasi berat peti kemas di Pelabuhan Belawan. Biaya tambahan dinilai memberatkan dan merugikan pelaku usaha.

Wakil Ketua Apindo Sumut, Pin Pin mengatakan, VGM merupakan berat kotor dari kontainer untuk naik ke atas kapal dengan tujuan keamanan kapal. Peraturan memang ada dan sudah berjalan sejak 2016 sampai 12 Mei 2019, namun tidak dikenakan biaya di Pelabuhan Belawan.

“Tiba-tiba pada 13 Mei 2019, VGM mulai dikenakan biaya. Itu sangat memberatkan,” kata Pin Pin, didampingi Ketua Apindo Sumut, Parlindungan Purba, dan Sekretaris, Laksamana Adiyaksa, Rabu (29/5).

Padahal, lanjutnya, tidak ada tambahan kerjaan atau kegiatan apa-apa oleh Pelindo ataupun Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Biaya itu diberlakukan terhadap setiap kontainer yang akan dinaikkan ke kapal.

“Untuk sertifikasi Rp 75.000 per kontainer, verifikasi Rp 50.000 per kontainer. Biaya yang harus dikeluarkan per kontainer Rp 125.000. Setahun kira-kira ada 400 hingga 500 kontainer. Bisa dibayangkan berapa beban tambahan untuk Sumut. Ini membebani ekonomi dunia usaha, terutama ekspor," ucapnya.

Diungkapkan Pin Pin, Apindo Sumut sudah menyampaikan surat keberatan sebelum 13 Mei 2019. Surat tersebut juga sudah disampaikan ke DPRD, tetapi hingga kini belum digubris dan masih terus dijalankan. Padahal kebijakan itu melanggar ketentuan yang berlaku.

“Kalaupun kebijakan pengenaan biaya itu diterapkan, seharusnya bukan Pelindo yang berwenang mengutip, tapi pihak ketiga. Karena itu merupakan biaya yang terkait dengan kepelabuhanan dan bukan biaya kepelabuhanan,” ungkapnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar