Antisipasi Hoax Dimulai dari Diri Sendiri

Antisipasi Hoax Dimulai dari Diri Sendiri

Dosen luar biasa di Fakultas Komunikasi American University, Maggie Farley. (Foto: Istimewa)

(rel/rzd)

Selasa, 9 Oktober 2018 | 21:47

Analisadaily (Medan) - Berita bohong atau dikenal dengan hoax saat ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia. Berita hoax dapat memberikan dampak negatif yang besar, serta memunculkan permasalahan baru.

Hal itu disampaikan Maggie Farley saat menjadi pemateri dalam kuliah umum dengan tema ‘How Do I Know That's True? Journalism In A Post-Truth Society’ di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan, Jalan Sisingamangaraja.

Maggie merupakan dosen luar biasa di Fakultas Komunikasi American University, dan juga wartawan senior asal Amerika Serikat.

Kepada audiens, Maggie menerangkan, untuk mengantisipasi berita hoax harus dimulai dari diri sendiri. Masyarakat juga harus kritis dan bisa membedakan berita yang misinformasi maupun disinformasi.

"Salah satu upaya untuk menepis berita hoax tergantung cara seseorang mengubah pola pikirnya lebih baik, dan tidak gampang menerima informasi tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dulu," kata Maggie, Selasa (9/10).

Maggie menerangkan, peran pemerintah dan media massa juga sangat penting untuk mendorong pola pikir masyarakat dalam menyaring informasi berita secara baik dan benar.

"Soal berita fake atau real, jurnalis harus check and recheck, sekaligus klarifikasi kebenaran informasi sebelum dipublikasi. Berita bohong sangat berdampak negatif dan memiliki makna luas. Dapat menimbulkan propaganda, miskomunikasi, dan masalah. Pikirkanlah sebelum publikasi," terangnya.

Maggie menyebut, upaya pemerintah hendaknya melakukan hal-hal positif dan menuntun masyarakat bisa memahami berita. Ketika masyarakat sudah terlanjur menerima berita hoax, maka membangun kepercayaan lagi butuh waktu lama dan harus riset.

"Misalnya memberikan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa, dan elemen-elemen terkait, membuat pelatihan jurnalistik, dan mengubah pola pikir masyarakatnya dalam menerima informasi," sebutnya.

Pada akhir pemaparannya, Maggie berharap mahasiswa STIK-P, calon jurnalis bisa lebih memahami secara detail dan memberi edukasi kepada masyarakat, supaya menerima informasi untuk tidak langsung percaya begitu saja.

Dalam kesempatan itu, Maggie juga didampingi Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera, Juha P Salin. Kehadiran Maggie dan Salin disambut Ketua STIK-P edan, Dr H Sakhyan Asmara MSP, Ketua BPH STIK-P Medan, Hj Ida Tumengkol BComm MHum, dan Puket I, Austin Antariksa T SSos MIKom.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar