Anggota DPRD Sumut Beberkan Pertanyaan Dari KPK

Anggota DPRD Sumut Beberkan Pertanyaan Dari KPK

Anggota DPRD Sumut, Syamsul Qodri

(jw/eal)

Kamis, 24 Mei 2018 | 20:22

Analisadaily (Medan) - Dalam pemeriksaan hari ketiga oleh penyidik KPK di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara dicecar pertanyaan seputar 38 tersangka baru kasus suap yang menjerat mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho

Dalam pemeriksaan hari Kamis (24/5), ada 27 mantan dan anggota DPRD Sumut yang memenuhi panggilan KPK ditambah satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah seorang Anggota DPRD Sumut, Syamsul Qodri, membeberkan pertanyaan penyidik KPK sama seperti pemeriksaan sebelumnya. Pertanyaan tambahan hanya seputar APBD, LKPD dan LPJP.

"Soal interpelasi yang paling banyak ditanya sama penyidik," kata Syamsul.

Politisi PKS itu juga mengaku tidak ada ditanyai soal pemulangan uang. KPK sama sekali tidak menawarkan kepadanya untuk memulangkan uang. "Tidak ada ditanya soal pemulangan uang," ujarnya.

Ikrimah Hamidy

Ikrimah Hamidy

Hal senada juga dikatakan salah satu anggota DPRD Sumut yang juga berasal dari fraksi PKS, Ikrimah Hamidy. Menurutnya, penyidik hanya menanyainya soal 38 tersangka baru kasus Gatot.

"Kalau yang di periode kami cuma soal interpelasi," ucapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lebih dari 200 saksi di Jakarta, Mako Brimob Polda Sumut dan Kejati Sumut. Pemeriksaan itu terkait kasus suap Gatot Pujo Nugroho.

Pada pemeriksaan yang digelar hari Rabu (23/5), sebanyak lima anggota DPRD sudah mengembalikan uang dengan total Rp 300 juta. Sampai saat ini sekitar Rp 4,35 miliar uang yang telah disita KPK dari penyidikan terhadap 38 tersangka anggota DPRD Sumut.

Dirinya juga mengatakan bahwa pengembalian uang dinilai sikap yang kooperatif dan pihaknya menghargai itu.

"Sekali lagi kami sampaikan, KPK menghargai itikad baik pengembalian uang dan sikap kooperatif memberikan keterangan dari pihak yang diperiksa. Hal tersebut akan dipertimbangkan sebagai aspek meringankan. Dan uang yang dikembalikan sudah disita sebagai bagian dari berkas perkara penyidikan ini," pungkas Febri.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar