Anak Korban Kekerasan Cenderung Takut Melapor

Anak Korban Kekerasan Cenderung Takut Melapor

Ketua KPAID Sumut, Zahrin Piliang (net)

(rdn/eal)

Sabtu, 23 Juli 2016 | 12:07

"Kalau melaporkan kekerasan terhadap anak ke KPAID Sumut tidak pernah dipungut biaya apapun"

Zahrin Piliang (Ketua KPAID Sumut)

Analisadaily (Medan) - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara, Zahrin Piliang menduga, ada ketakutan dan kekhawatiran korban kekerasan anak untuk melaporkan kasus yang menimpa mereka. Biaya dan ancaman menjadi alasan utamanya.

Zahrin menyebut keterlambatan laporan kekerasan pada anak, umumnya dikarenakan rasa takut keluarga dan korban yang terlalu besar.

"Mungkin ada yang telah diancam oleh pelaku atau pihak tertentu, kemudian muncul pemikiran laporan akan lambat ditangani. Lalu ada pemikiran terkait mahal biaya saat buat laporan. Hal-hal seperti demikian yang menghambat laporan masuk ke kami," ujar Zahrin Piliang di Kantor KPAID Sumut, Sabtu (23/7).

Menurutnya, laporan yang mereka peroleh senantiasa dipelajari dan didalami terlebih dahulu sebelum pendampingan hingga pelaporan. Jika pelakunya adalah orang dewasa, maka mereka segera meneruskan dalam pengawalan ke pihak berwajib.

"Saya beritahukan, kalau melaporkan kekerasan terhadap anak ke KPAID Sumut tidak pernah dipungut biaya apapun. Cuma biaya perjalanan pelapor ke kantor saja, itu tak bisalah kami tanggulangi," pungkas Zahrin.

(rdn/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar