Amerika Serikat Siap Dukung Pembangunan Infrastruktur Kota Medan

Amerika Serikat Siap Dukung Pembangunan Infrastruktur Kota Medan

(Sumber FOTO: Istimewa)

(rel/rzd)

Kamis, 20 Desember 2018 | 18:49

Analisadaily (Medan) - Amerika Serikat  (AS) menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Kota Medan. Selain sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini juga membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang mobilitas warga. Oleh karenanya, AS siap mendatangkan investor yang siap membangun infrastruktur.

Ketertarikan AS berinvestasi di Kota Medan disampaikan langsung Joshua Lustig selaku Sekretaris II Bagian Ekonomi Kedutaan Besar AS ketika diterima Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, diwakili Sekda Kota Medan, Wirya Alrahman, di Balai Kota Medan.

Datang bersama seorang rekannya, Nathan Austin, Joshua mengaku pemerintah AS sangat tertarik berinvestasi di sejumlah kota di Indonesia, salah satunya Kota Medan. Dikatakannya, mobilitas warga Kota Medan sangat tinggi dan kini sedang fokus membangun infrastruktur guna menunjang mobilitas warganya tersebut.

“Jadi ini kesempatan baik bagi kami untuk berinvestasi,” kata Joshua, Kamis (20/12).

Selain infrastruktur, Joshua juga mengaku tertarik bekerja sama dalam bidang teknologi lingkungan. Salah satu kerja sama yang ditawarkannya yakni  mengatai polusi udara, sehingga udara Kota Medan menjadi lebih bersih dan segar melalui teknologi yang mereka miliki.

“Kita pun siap bekerja sama dalam pengelolaan air bersih, sehingga memiliki kelayakan sesuai standar konsumsi,” jelasnya.

Guna mewujudkan kerja sama tersebut, Joshua menyatakan siap mendorong perusahaan swasta di AS untuk berinvestasi. Dengan kerja sama yang dilakukan, Joshua berharap dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Dia pun berharap tawaran yang disampaikan ini segera ditindaklanjuti.

Sekda Kota Medan, Wirya Alrahman, menyambut baik kedatangan Sekretaris II Bagian Ekonomi Kedutaan Besar AS tersebut. Apalagi kedatangan mereka untuk menawarkan sejumlah kerja sama yang saat ini tengah dibutuhkan Kota Medan guna mendukung percepatan pembangunan.

Terkait bidang infrastrukur, Sekda menyampaikan rencana pembangunan 3 fly over di Kota Medan guna mengurai kemacetan sekaligus mendukung kelacaran transportasi di Jalan Aksara, Jalan Asrama, dan Jalan Pinang Baris. Dengan kehadiran ketiga fly over itu nanti, mampu mengatasi kemacetan karena saat ini Kota Medan memiliki 2,5 juta penduduk dengan arus komuter sekitar 500 ribu.

Di samping itu, Pemko Medan juga terus berupaya membangun infrastruktur untuk mendukung dan menampung arus kendaraan yang kian hari terus bertambah. Salah satunya dengan membangun LRT (Light Rail Transit) dan BRT (Bus Rapid Transit). Namun pembangunan LRT dan BRT masih terkendala biaya, karena estimasi biaya yang dibutuhkan sangat tinggi, sekitar Rp 13 triliun.

Jika pembangunan LRT dan BRT terwujud, rute LRT akan dimulai dari Jalan Setia Budi sampai Jalan Aksara, sedangkan rute BRT dimulai dari Terminal Terpadu Amplas sampai Stasiun Kereta Api. Ditambah lagi dengan rencana pembangunan ruas jalan tol yang saling terhubung guna memudahkan akses masyarakat.

“Pemko Medan juga fokus meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan. Saat ini  Pemko Medan tengah merencanakan revitalisasi bangunan RSUD dr Pirngadi Medan, sehingga menjadi tempat pelayanan kesehatan yang benar-benar representatif, sehingga warga tidak perlu pergi berobat ke luar negeri seperti  Penang, Kuala Lumpur maupun Singapura,” ungkap Sekda.

Sekda menyambut baik tawaran kerja sama yang disampaikan Johua Lustig.  Sebab, tawaran itu dinilainya sangat selaras dan cocok dengan program pembangunan dan program Smart City yang tengah dilaksanakan Pemko Medan.

“Semua aspek yang ada di Kota Medan harus menjadi pintar. Pintar dalam mengelola sumber daya, pintar mengelola tata ruang dan pintar dalam memajukan pembangunan,” ungkapnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar