Alamul Huda: Rumah Quran Membentuk Generasi Qurani

Alamul Huda: Rumah Quran Membentuk Generasi Qurani

Murid Rumah Quran Nurul Huda foto bersama usai belajar membaca Alquran, Jumat (11/1)

(rel/csp)

Jumat, 11 Januari 2019 | 11:43

Analisadaily (Deliserdang) - Membentuk generasi Qurani dengan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah semangat yang melatarbelakangi lahirnya Rumah Quran Nurul Huda yang berada di Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang.

Pendiri Rumah Quran Nurul Huda, Alamul Huda Meliala menceritakan, sekitar setahun lalu, berangkat dari kekhawatiran terhadap rendahnya minat anak-anak usai SD dan SMP untuk mempelajari Alquran.

Menurutnya, ancaman media sosial dan game online sangat berdampak siginifikan terhadap rendahnya minat anak-anak di Desa Batugingging mempelajari Alquran. Akibatnya, lanjut Alamul, masih banyak dijumpai anak-anak di desa tersebut yang belum bisa membaca Alquran.

“Tentunya, ini menjadi ancaman yang serius ke depan jika generasi muda tidak dibekali dengan nilai religiusitas yang digali dari membaca dan mempelajari Alquran. Kurangnya minat anak-anak dalam mempelajari Alquran menjadi salah satu permasalahan yang serius,” sebutnya.

“Bayangkan saja, anak-anak kini lebih suka bermain game online daripada belajar Alquran. Berangkat dari ke khawatiran ini, saya memberanikan diri untuk membuka Rumah Quran Nurul Huda ini,” ujar pria yang akrab disapa Mulah.

Ia menyebutkan, pendirian ini tentunya juga atas dukungan berbagi pihak seperti perkebunan PT Lonsum Afdeling Batugingging  serta Yayasan Arrisalah Al Khairiyyah Tanjung Morawa.

Masih kata Alamul, pendidikan formal yang di dapat anak-anak di sekolah tidak cukup untuk membentuk pribadi yang berbudi dan berakhlak mulia. Selain pendidikan formal, anak-anak juga harus dibekali pendidikan agama yang lebih.

Sebab, porsi pendidikan agama yang di dapat di sekolah dinilai masih kurang. Di Rumah Quran Nurul Huda inilah, anak-anak yang umumnya masih berusia sekolah dasar, diajarkan untuk lebih mengenal Alquran mulai dari cara membaca, menghafal bahkan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini, kata Mulah, sudah ada sekitar 55 anak yang terdiri dari 35 orang kelas Quran ditambah 20 orang untuk kelas Iqra. Untuk kelas Quran biasanya mereka belajar pada Senin dan Selasa malam. Sedangkan untuk kelas Iqra hanya hari Minggu saja. Selain anak-anak, di Rumah Quran Nurul Huda ini juga dibuka untuk kelas ibu-ibu yang saat ini ada sekitar 5 orang.

Mengenai bayaran, bagi siapa saja yang ingin belajar di Rumah Quran Nurul Huda ini gratis. Namun jika ada orangtua yang memberi bayaran dengan seikhlas hati dia tidak menolak. Dia berharap anak-anak atau generasi muda nantinya semakin antusias untuk memperdalam Alquran.

“Optimisme ini juga bukan tanpa alasan, pasalnya, setelah 1 tahun dibuka rumah quran ini bukan hanya minat atau antusias anak-anak saja yang kuat. Tapi para orangtua mereka juga sangat antusias untuk memasukkan anak-anak mereka ke Rumah Quran Nurul Huda ini,” ujarnya.

Semoga ilmu yang diperoleh di luar pendidikan formal ini bisa menjadi modal penting dalam mencetak generasi muda Qurani yang berbudi dan berakhlak mulia. Dan yang pasti, optimisme tersebut harus didukung dengan melibatkan berbagai pihak.

(rel/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar