Aktivis Ajak Masyarakat Anggap Pecandu Sebagai Orang Sakit

Aktivis Ajak Masyarakat Anggap Pecandu Sebagai Orang Sakit

Peserta dalam Focus Discussion Group di kampus Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Medan, Jumat (15/11)

(rzp/csp)

Jumat, 15 November 2019 | 19:56

Analisadaily (Medan) - Masyarakat diajak bentengi diri dan keluarga, serta jangan berfokus pada persoalan penangkapan. Sebab, penjara bukan solusi. Jika ada keluarga terkena, segera obati dan bawa ke rehabilitasi.

Hal itu disampaikan Suku Ginting dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut di Focus Discussion Group (FGD), yang digelar CAN (Communitas Anti Narkoba) di kampus Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Medan (Unimed).

Suku Ginting menyampaikan hal itu, Jumat (15/11), menanggapi pernyataan salah satu peserta yang mengatakan di kampungnya, Tanjung Balai, narkoba sudah layaknya hal yang biasa saja.

Anak-anak muda di sana sudah tidak tabu lagi menggunakan narkoba di tempat umum, bahkan masyarakat di sana sudah berulangkali melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Tulus Simamora, pengurus tiga panti rehabilitasi pecandu narkoba ini mengatakan, masyarakat dapat membawa keluarganya yang terpapar narkoba ke Institusi Penerima Wajib Lapor Kementerian Sosial Republik Indonesia Yayasan Minar Christ, Jalan Penampungan, Dusun III, Namorambe Sumut.

"Ancaman lost generation akibat narkoba ini nyata. Sejarah mencatat, Taiwan dan Hongkong lepas dari Tiongkok karena Inggris menggunakan strategi perang candu. Mereka memborbardir lawannya dengan candu sehingga masyarakat lemah dan tidur, sehingga mudah ditaklukkan," kata pria yang pernah terperangkap dalam narkoba.

Jadi menurut Tulus, masyarakat harusnya melihat pecandu narkoba sebagai orang sakit yang perlu sesegera mungkin ditolong.

"Namun jangan menganggap pemulihan itu sepenuhnya tanggung jawab rehab, rehab, rehab. Karena 99 persen, pecandu eks rehab yang tidak mendapatkan perhatian dan dukungan di keluarga, akan kembali lagi menggunakan narkoba," sebutnya.

Kegiatan Focus Group Discussion ini dilaksanakan di ruang audio visual FIS Unimed, dengan tema 'Pemuda Sumut Masa Depan NKRI, Waspada 'Lost Generation' Akibat Narkoba'.

Selain pihak BNN dan pengurus panti rehabilitasi, narasumber lainnya adalah Pembantu Dekan I FIS, Deny Setiawan, dan dimoderatori oleh Eko Marhaendy, pendiri Rumah Konstituen.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar