Akibat Perambahan Hutan, Orangutan Tapanuli Terancam Punah

Akibat Perambahan Hutan, Orangutan Tapanuli Terancam Punah

Orangutan Festival 2018 di Taman Sri Deli, Medan, Sabtu (18/8)

(jw/eal)

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 20:25

Analisadaily (Medan) - Banyaknya pembukaan lahan untuk pertambangan dan perkebunan di kawasan hutan mengakibatkan terancamnya populasi hewan langka seperti Orangutan.

Data yang diperoleh dari Orangutan Information Centre (OIC), populasi Orangutan di Sumatera Utara tinggal sekitar 14.500 ekor, termasuk Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) yang tinggal 800 ekor.

"Saat ini populasi Orangutan di Sumatera Utara ada sekitar 14.500 ekor. Dari 14.500 ekor tersebut terdapat 800 ekor Orangutan Tapanuli yang sangat langka," kata Direktur OIC, Panut Hadisiswoyo di acara Orangutan Festival 2018 di Taman Sri Deli, Medan, Sabtu (18/8).

Panut menjelaskan bahwa saat ini habitat Orangutan di Sumatera tidak lebih dari 2,7 juta kilometer persegi. Perambahan menjadi ancaman paling besar merusak tatanan hutan.

Orangutan Tapanuli

Orangutan Tapanuli

"Selain masyarakat, perambahan dilakukan oleh kelompok yang lebih besar dari masyarakat, oknum dari aparat penegak hukum dan oknum pemerintah yang juga ikut merambah," jelasnya.

Saat ini kawasan populasi Orangutan semakin terancam. Perambahan hutan terus dilakukan. Kondisi luasan hutan semakin berkurang dan berakibat fatal pada kelangsungan hidup ekosistem di dalamnya.

"Artinya Orangutan Tapanuli terancam berada di ambang kepunahan. Berbagai upaya harus dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup Orangutan," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar