Akibat Kebakaran Hutan, Dua Penerbangan di Kualanamu Batal

Akibat Kebakaran Hutan, Dua Penerbangan di Kualanamu Batal

Bandara Kualanamu

(jw/eal)

Rabu, 18 September 2019 | 20:24

Analisadaily (Deli Serdang) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan terganggunya penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Akibatnya sejumlah penerbangan terpaksa ditunda.

"Ada dua penerbangan yang batal hari ini karena jarak pandang pendek," kata Manager of Branch Communication & Legal Bandara Kualanamu, Wishnu Budi Setianto, Rabu (18/9).

Wishnu menjelaskan di Bandara Kualanamu ada delapan penerbangan yang tertunda keberangkatannya. Ditambah dua penerbangan yang dibatalkan dengan tujuan Penang, Malaysia.

"Delapan penerbangan yang tertunda antara lain, dua penerbangan tujuan Pekanbaru dan lima penerbangan ke Penang. Lalu satu penerbangan rute Singapura-Penang yang dialihkan (divert) ke Kualanamu," jelasnya.

Sementara itu Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyebut kabut asap berasal dari karhutla di sejumlah kabupaten, seperti Asahan, Humbang Hasundutan, Padang Lawas Utara dan Labuhanbatu.

"Kami pantau dari satelit Terra dan Aqua ada enam titik panas dengan tingkat kepercayaan kurang dari 50 persen," kata Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan.

Edison menjelaskan bahwa hasil analisis mereka menunjukkan kabut asap tidak memberi dampak serius pada penerbangan. Di Bandara Kualanamu jarak pandang masih cukup jauh, yakni sekitar 3 km. Begitu juga di Bandara Aek Godang (Padang Lawas Utara). Sementara di Bandara Binaka (Nias) dan Bandara FL Tobing (Tapanuli Tengah) jarak pandang sekitar 10 km.

"Namun sejauh ini kabut asap tidak berdampak pada penerbangan di Bandara Kualanamu dan Aek Godang, karena feasibility-nya masih 3 km. Bahkan di wilayah Sibolga juga Nias di atas 10 km. Jadi tidak ada pengaruh yang signifikan," tukasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar