Akhyar Nasution: Guru Harus Diproteksi

Akhyar Nasution: Guru Harus Diproteksi

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution.

(aa/rzd)

Sabtu, 14 April 2018 | 19:02

Analisadaily (Medan) - Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, para guru harus diproteksi sehingga kasus yang menimpa Ahmad Budi Cahyo tidak terulang kembali dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Dengan protesksi yang dilakukan, diharapkan para guru akan merasa lebih aman dan nyaman dalam mengabdikan dirinya untuk mendidik anak didiknya menjadi murid yang cerdas serta terampil.

Hal itu disampaikan Akhyar ketika menghadiri Peluncuran Buku Antologi Puisi berjudul “Sendja Djiwa Pak Budi” di Taman Budaya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Sabtu (14/4).

Peluncuran buku dilakukan dalam rangka penggalangan dana. Hasil penjualan buku akan disumbangkan kepada keluarga almarhum Ahmad Budi Cahyo, guru Kesenian SMAN 1 Torju, Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang tewas dianiya siswanya beberapa waktu lalu.

“Saya maupun kita semua yang hadir dalam acara ini tentunya tidak menginginkan kejadian yang menimpa Pak Budi kembali. Untuk itulah saya berharap agar guru harus diproteksi dan dilindungi,” kata Akhyar.

Mantan anggota DPRD Medan itu mengapresiasi digelarnya acara peluncuran antologi puisi. Di dalamnya berisikan puisi mengenai suara hari para penyair mengenai nasib tragis yang menimpa Ahmad Budi Cahyo dan dibukukan oleh Sanggar Budaya Generasi.

“Buku antologis puisi yang diluncurkan Sanggar Generasi Budaya merupakan sebuah hasil kreatifitas sekaligus memperkaya literasi di Kota Medan. Semoga peluncuran buku ini semakin menginspirasi yang lainnya untuk berkreasi, sebab anak-anak Medan sangat kreatif dan kaya dengan ide-ide cerdas,” ungkapnya.

Acara juga diragkai dengan testomoni yang disampaikan Akhyar, Kepala Balai Bahasa Sumut Fairul Zabadi, Kadisdik Kota Medan Hasan Basri. Lalu pembacaan puisi serta ditutup dengan doa bersama.

Hasan Basri selaku tokoh pendidikan dalam testimoninya mengatakan, guru harus menguasai tentang diri seluruh anak muridnya, termasuk dalam mengubah perilaku sang murid.

“Apa yang saya sampaikan ini berdasarkan pengalaman ketika menjadi guru dulu,” ungkapnya.

(aa/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar