AKBP Untung Sangaji, 'Mahalnya Sebuah Ide'

Perang Melawan Kemiskinan Dengan Inovasi

AKBP Untung Sangaji, 'Mahalnya Sebuah Ide'

AKBP Untung Sangaji menunjukkan batako hasil karyanya

(eal)

Rabu, 3 Oktober 2018 | 21:32

Saya akan berusaha sekuat tenaga membantu mereka perang melawan kemiskinan"

AKBP Untung Sangaji

Analisadaily (Medan) - Menjadi seorang polisi tidak lantas membuat AKBP Ahmad Untung Sangaji abai akan realitas kehidupan masyarakat di sekitarnya. Himpitan ekonomi masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Belawan membangkitkan kembali naluri Untung dalam berinovasi.

AKBP Untung Sangaji yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Polair Polda Sumatera Utara menunjukkan kebolehannya dalam membuat batako dengan bahan dasar kulit kerang yang selama ini hanya menjadi limbah masyarakat pesisir.

Batako tersebut dibuat Untung menggunakan serbuk kulit kerang yang dipadu dengan campuran semen sehingga memiliki kekuatan di atas batako pada umumnya. Dia pun merancang sendiri alat untuk mencetak batako dari kayu maupun besi.

"Saya ajari anggota untuk memanfaatkan limbah kulit kerang menjadi batako. Selain itu ada juga beberapa pemuda sini yang kita beri latihan agar ke depan mereka mahir memanfaatkan limbah kulit kerang ini sehingga bisa membantu dalam aspek ekonomi," kata AKBP Untung Sangaji kepada Analisadaily.com di ruang kerjanya, Rabu (3/10).

Hasil inovasi yang diberi nama 'Batako Indah Untung Sangaji Dari Limbah Kerang Yang Terbuang' ini tidak diperjual-belikan untuk kepentingan pribadi. Namun dia berharap ke depan apa yang diajarkan kepada bawahannya dan masyarakat Medan Belawan dapat memberi manfaat dalam keberlangsungan hidup mereka.

Mantan Kapolres Aceh Utara ini memiliki pandangan bahwa dengan perang melawan kemiskinan, maka tindak kejahatan secara perlahan ikut turun. Sebab itu dia berkeyakinan hasil inovasinya bisa memberi harapan kepada masyarakat sekitarnya dalam berkarya.

"Saya akan berusaha sekuat tenaga membantu mereka perang melawan kemiskinan," tegasnya.

Batako

Batako hasil karya AKBP Untung Sangaji

Untung mengungkapkan bahwa nalurinya dalam berinovasi lahir secara alami setelah melihat kondisi lingkungan sekitar.

Semasa menjabat sebagai Kapolres Aceh Utara, lelaki pecinta kopi ini pernah menggali halaman sekitar Mapolres Aceh Utara untuk dibuat kolam renang. Tanah galian tersebut kemudian dimanfaatkannya untuk membuat gerabah berbentuk gelas dan poci.

Namun uniknya, gelas dan poci karya tangan dingin Untung tidak seperti gerabah pada umumnya. Sebab pada bagian dalam dia melapisinya dengan kaca yang selama ini dianggap sulit bagi pengrajin gerabah.

"Jika selama ini orang bilang sulit memadukan kaca dengan tanah liat, ini kita buktikan bisa. Kemudian kamu pernah lihat batok kelapa? Tahu tidak jika batok kelapa itu bisa dimanfaatkan untuk membuat kancing baju yang nilainya bisa sangat tinggi," papar alumnus Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon ini.

Kancing

Kancing dari batok kelapa karya AKBP Untung Sangaji

Selain berbagai jenis kerajinan tangan, AKBP Untung Sangaji juga gemar membudidayakan tanaman dengan inovasi yang ia miliki, termasuk bayam super dan pisang beta.

Bayam super yang ditanam Untung di halaman rumahnya bisa memiliki tinggi hingga 185 cm dengan kelopak daun yang lebih besar dari telapak tangan orang dewasa. Selain itu dia juga memiliki inovasi membudidayakan pisang beta yang memiliki ukuran sangat besar.

Bayam

Bayam tanaman inovasi AKBP Untung Sangaji

"Bayam yang ditanam secara baik akan membuat hidup kita bisa ayem. Intinya semua untuk kemanfaatan hidup orang banyak. Jika kita mampu memberi sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup masyarakat luas, dengan sendirinya kita sudah memerangi tindak kejahatan yang bisa muncul akibat himpitan ekonomi," tandas pria kelahiran 1966 yang ikut membasmi teroris di Sarinah Building, Thamrin, Jakarta Pusat ini.

(eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar