AJI Luncurkan Platform Jurnalisme Data

AJI Luncurkan Platform Jurnalisme Data

Talkshow dan Launching Platform Jurnalismedata.id di Hotel Mercure Jakarta, Senin (4/1).

(eal/rzd)

Senin, 4 Februari 2019 | 11:36

Analisadaily (Jakarta) - Era keterbukaan informasi publik menuntut semua pihak untuk saling terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurut Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Yanuar Nugroho, pemerintah secara konsisten terus mendorong kebijakan publik yang berbasis data.

Yanuar kembali mengingatkan, amanah UU Keterbukaan Informasi Publik harus dipedomani oleh semua lapisan pemerintahan hingga tingkat daerah. Sebab, era digitalisasi harus disikapi dengan keterbukaan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan publik.

"Sementara peran media saat ini bukan hanya sekadar memberitakan, juga mendidik dan memberadabkan publik," kata Yanuar dalam Talkshow dan Launching Platform Jurnalismedata.id di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Senin (4/1).

Lebih jauh Yanuar menjelaskan,pada tahun 2011 Indonesia merupakan satu dari 11 negara yang menginisiasi Open Government Partnership.

"Dari sini pemerintah jelas berkomitmen untuk melakukan open data dalam rangka merespon kemajuan zaman," sebutnya.

Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan menyebut, ada dua peluang dari digitalisasi. Pertama, arus data yang sangat melimpah dan kedua banyaknya aplikasi yang menyediakan data untuk kepentingan jurnalistik. 

"Jika kita maksimal menggunakan data yang tersedia berkat digitalisasi, maka itu akan memberi bobot pada pemberitaan kita," sebut Abdul Manan.

Senada dengan itu, Pemred Tempo.co, Wahyu Dhyatmika menjelaskan, jurnalisme data berbeda dengan konsep jurnalisme konvensional.

"Jurnalisme konvensional lebih mengandalkan kekuatan wawancara, sementara jurnalisme data lebih mengandalkan kekuatan data," terangnya.

(eal/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar