Ahok Bebas, Pengamat Sarankan Kiai Ma’ruf Rekonsiliasi

Ahok Bebas, Pengamat Sarankan Kiai Ma’ruf Rekonsiliasi

KH Ma'ruf Amin. (FOTO: Istimewa).

(rel/rzd)

Kamis, 24 Januari 2019 | 12:43

Analisadaily (Jakarta) - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menyarankan calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin untuk melakukan rekonsiliasi, menyusul bebasnya terpidana perkara penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya kira harus ada rekonsiliasi dengan Ahok. Tidak berlebihan kalau Kiai Ma’ruf menyambut, mengucapkan selamat. Itu sebagai salah satu bentuk apresiasi seremonial terhadap Ahok, sekalipun dulu berbeda secara politik,” kata Adi, Kamis (24/1).

Ahok telah menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukuman selama 1 tahun 8 bulan 15 hari. Ahok menjalani hukuman sejak 9 Mei 2017 setelah putusan dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ahok divonis 2 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataannya soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Selama menjalani hukuman, Ahok mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman total 3 bulan 15 hari.

Adi menjelaskan, langkah Kiai Ma’ruf merangkul Ahok bisa menetralisir anggapan kelompok-kelompok pendukung Ahok bahwa Kiai Ma’ruf mewakili kelompok kanan. “Ini ujian pertama bagi Kiai Maruf Amin untuk mengubah citra, agar tidak selalu dikesankan sebagai masa lalunya,” ujar Adi.

Adi mengamini, banyak pendukung Jokowi yang loyal di 2014 namun melempem di 2019, salah satunya disebabkan sosok Kiai Ma’ruf yang dianggap memenjarakan Ahok. Karena itu, Adi menyarankan Kiai Ma’ruf mulai menampilkan citra sebagai pemimpin yang inklusif.

“Kiai Ma’ruf Amin harus rajin juga mendatangi basis-basis yang selama ini tidak kooperatif dengan dia. Kelompok-kelompok Ahoker misalnya, atau kelompok minoritas. Artinya, harus memperluas jaringan sosialnya, tidak hanya di kalangan pesantren. Ini untuk menunjukkan Kiai maruf ini plural. Dia ini adalah kita banget, seperti yang selama ini menjadi tagline Jokowi, diterima banyak kalangan,” jelas dia.

Kiai Ma’ruf, kata Adi, harus seperti mendiang Gus Dur, bersarung, berpeci, tapi tetap hangat dengan kelompok minoritas, kelompok toleran, dan kelompok moderat. Inilah yang menurut Adi belum dilihat dari Kiai Ma’ruf.

“Jadi, perlu menjadwalkan road show ke komunitas-komunitas yang selama ini belum dijangkau Kiai Ma’ruf. Kalau komunitas Islam kan gampang, tapi ada komunitas di luar sana yang setidaknya bisa menyambung tali silaturahmi dan mengubah mental model mereka yang selalu menganggap Kiai Maruf masih punya irisan dengan kelompok kanan. Termasuk kelompok-kelompok yang menganggap Ahok dipenjarakan oleh Kiai Maruf,” tutupnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar