Ada Kabar Situasi Genting Malam Ini, Ratusan Massa Bertahan di Gedung KPK

Jumat, 23 Januari 2015 | 18:32

detikNews, Jakarta - Kondisi di depan gedung KPK hari ini lain dari biasanya. Semakin malam, gedung KPK semakin ramai oleh para pendukung KPK yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Mereka berkumpul karena ada informasi bakal ada situasi genting di KPK pada malam hari ini.

Pantauan di lokasi, Jumat (23/1/2015), hingga pukul 19.00 WIB dua ratusan orang massa bernyanyi dan memberikan dukungan untuk KPK saat pimpinan institusi tersebut ditangkap Bareskrim Mabes Polri. ‎ Mereka duduk dan memenuhi pelataran depan kantor KPK.

"Kawan, tadi kabarnya akan ada situasi genting jam 4 sore, ternyata kita tunggu enggak ada. Sekarang kabarnya situasi gentingnya jam 8 malam, kita tunggu?" tanya Berkah Gamulya, aktivis dari Bung Hatta Anti Corruption Award, saat berorasi di hadapan para pendukung KPK.

"Kita tunggu!!" teriak para pendemo yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi sambil mengepalkan tangannya ke udara. Belum jelas benar informasi situasi Genting yang dimaksudkan orator tersebut. Namun hal itu dipastikan terkait dengan penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan kasus Komjen Budi Gunawan.

"Hidup rakyat, hidup KPK. Kejadian hari bukan hanya cicak versus buaya lagi tapi cicak versus kebun binatang. Ada banteng-banteng, ada sapi-sapi, ada binatang-binatang yang rakus," kata dia lagi.‎

Mereka bernyanyi lagi Rayuan Pulau Kelapa yang syairnya telah diubah dan diberi judul "KPK Tolonglah". Selanjutnya satu per satu massa yang mewakili berbagai LSM seperti ICW, KontraS, Pukat UGM, LSM KPMP (Komando Pejuang Merah Putih) melakukan orasi.

"Tadi pagi adalah penculikan, polisi bikin drama. Pulangkan BW!" kata salah satu orator.

Dukungan kepada KPK mengalir dari banyak pihak. Mulai dari rakyat biasa, aktivis, kalangan artis, mahasiswa, politisi, pengacara, hingga golongan kelompok agama. Sejak siang tadi, berbagai kelompok massa mendatangi KPK untuk gerakan #SaveKPK. Gerakan yang sama juga dilakukan di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, dan menjadi trending topic di media sosial. (ros/jor)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar