Abdul Hakim: Mensyukuri Kemerdekaan, Jangan Gusur Rumah Veteran

Abdul Hakim: Mensyukuri Kemerdekaan, Jangan Gusur Rumah Veteran

Dr Abdul Hakim Siagian, SH MHum.

Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:12

Analisadaily (Medan) - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, nasib para pejuang masih belum mendapat perhatian maksimal. Hal ini dikatakan oleh Praktisi hukum dan pendidikan Sumatera Utara, Dr Abdul Hakim Siagian, SH MHum.

Abdul Hakim menyebut, indikasi ini bisa dilihat dari nasib para veteran yang hidup di bawah garis kemiskinan, serta jumlah pahlawan nasional yang diakui pemerintah tidak sebanding dengan jumlah pejuang yang gugur di medan perang mengusir penjajah.

Untuk itu, Abdul Hakim mendorong seluruh pihak lebih memperhatikan nasib para pahlawan. Memperlakukan pahlawan dengan baik, menurutnya bagian dari mensyukuri kemerdekaan.

“Saat ini jumlah pahlawan nasional kita terlalu sedikit. Perlu diingat, kemerdekaan ini bukan hasil dari perjuangan segelintir orang, tapi banyak veteran yang terlibat di dalamnya," kata Abdul Hakim, yang juga akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Selasa (14/8).

Lebih jauh, dosen Universitas Sumatera Utara (USU) ini mengatakan, tugas memuliakan pahlawan tidak mutlak tugas negara semata. Masyarakat juga harus berperan agar jasa para pahlawan tidak tergerus dengan modernisasi.

Abdul Hakim khawatir, generasi muda lebih paham tokoh super Hero fiktif dibanding para syuhada yang gugur mengusir penjajah dari negeri ini.

“Tentunya sangat perlu menghargai para pahlawan agar Hari Kemerdekaan ini tidak sebatas seremoni. Kita harus lebih kuat, bersatu, dan hari kemerdekaan ini momen yang tepat,” ungkap Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara itu.

Abdul Hakim mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo yang mengesahkan empat pejuang sebagai pahlawan nasional, almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, almarhum Laksamana Malahayati dari Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan almarhum Lafran Pane dari DI Yogyakarta.

“Harus diapresiasi. Sangat lebih baik bila tidak ada lagi kabar tentang penggusuran di perkampungan veteran. Kalau memang mensyukuri kemerdekaan, janganlah pernah menggusur rumah veteran,” tandas Hakim yang juga Dewan Penasehat Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) ini.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar