76 WNA Pelaku Kejahatan Online Diamankan di Tanjung Morawa

76 WNA Pelaku Kejahatan Online Diamankan di Tanjung Morawa

Warga negara asing yang diamankan interpol dan Mabes Polri di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (15/5)

(jw/eal)

Selasa, 16 Mei 2017 | 17:17

Analisadaily (Deli Serdang) - Tim gabungan dari Interpol Tiongkok, Mabes Polri, Polda Sumatera Utara dan pihak imigrasi, mengamankan 76 warga negara asing asal Tiongkok dan Taiwan dalam sebuah penggerebekan sebuah gudang di Jalan Besar Tanjung Morawa-Kualanamu, Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (15/5) kemarin.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol. Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan, puluhan warga negara asing yang terdiri dari 24 orang warga Taiwan dan 54 orang warga Tiongkok, disinyalir melakukan aksi kejahatan cyber selama dalam persembunyian di gudang tersebut.

"Mereka melakukan kejahatan di sini melalui media online dengan cara memeras dan menipu pejabat di Tiongkok dan Taiwan," kata Toga, Selasa (16/5).

Toga menjelaskan, 24 warga Taiwan itu terdiri dari 20 pria dan 4 wanita. Sementara 52 warga Tiongkok terdiri dari 29 orang pria dan 23 orang wanita. Mereka memeras dengan cara menakut-nakuti korban yang terlibat kasus korupsi. Mau tidak mau para pejabat tersebut langsung memberikan sejumlah uang kepada para pelaku.

Warga negara asing yang diamankan interpol dan Mabes Polri di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (15/5)

Warga negara asing yang diamankan interpol dan Mabes Polri di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (15/5)

"Mereka masuk ke sini tidak secara bersamaan, melainkan sendiri-sendiri. Ada yang dari Riau dan ada juga yang dari Jakarta. Mereka beroperasi belum ada sebulan," jelasnya.

Mengenai paspor, sambung Toga, para pelaku umumnya menggunakan paspor wisata selama satu bulan sehingga saat diamankan paspor mereka masih berlaku.

"Pengungkapan ini berkat koordinasi pihak interpol Tiongkok dengan Mabes Polri," tambahnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas mengamankan beberapa barang bukti seperti 4 laptop, 2 monitor komputer, 1 tablet, puluhan HT, puluhan HP, 1 monitor CCTV dan 2 Router Mega Wi-Fi.

"Saat ini petugas sedang mendata semuanya untuk dimintai keterangan," pungkas Toga.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar