61.000 Penari Poco-Poco Pecahkan Rekor Dunia

Budaya Asli Indonesia, Hak Cipta Tari Harus Dijaga

61.000 Penari Poco-Poco Pecahkan Rekor Dunia

penari poco-poco yang sukses memecahkan rekor dunia

(rzp/eal)

Minggu, 5 Agustus 2018 | 18:08

Analisadaily (Jakarta) - Tari Poco-Poco mendapat rekor dunia. Tercatat sebanyak 61.000 penari poco-poco sukses memecahkan rekor dunia. Puluhan ribu penari ini juga membawakan tarian budaya asli milik bangsa Indonesia sehingga menutup peluang negara lain untuk mengklaim.

Direktur Teknologi Informasi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Razilu mengatakan, hal itu juga sebagai penegasan bahwa tarian ini merupakan bagian dari kekayaan intelektual komunal (KIK) yang tergolong Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) milik Indonesia.

"Sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No.28 Tahun 2014 pasal 38. Bahwa tari poco-poco dinyatakan Hak Cipta atas EBT dipegang oleh Negara," kata Razilu, Minggu (5/8).

Razilu menegaskan, dikarenakan tari Poco-Poco bagian EBT dimiliki Indonesia. Maka perlu diinventarisasi, dijaga dan dipelihara. Sehingga aman dari pengakuan atau pembajakan negara lain.

Adapun dikarenakan terkait inventarisasi KIK, Direktur Teknologi Informasi DJKI Kemenkumham ini mengimbau, pemerintah atau lembaga maupun masyarakat dapat mencatatkan segala bentuk warisan budaya asli Indonesia.

"Melalui ke Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal yang dikelola oleh DJKI," ucap Razilu.

penari poco-poco yang sukses memecahkan rekor dunia

penari poco-poco yang sukses memecahkan rekor dunia

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengharapkan, pencatatan rekor dunia itu mampu menunjukkan kepada dunia internasional bahwa poco-poco merupakan budaya asli milik bangsa Indonesia.

"Saya kira kekayaan intelektual dengan olahraga merupakan harmonisasi yang sangat erat, karena kita tidak mungkin memiliki kekayaan intelektual yang berkebangsaan kalau kita tidak mencintai budaya kita," sebut Menpora.

Lebih lanjut Imam Nahrowi menjelaskan, sebagai warga negara indonesia wajib mempertahankan warisan budaya Indonesia. Menurutnya, tari Poco-Poco sebagai warisan budaya Indonesia perlu dijaga.

"Kita pertahankan, kita perjuangkan dengan cara mungkin dengan ini salah satunya. Kita bersatu bersama-sama mempertahankan budaya bangsa kita, jangan sampai di klaim oleh negara lain," ucapnya bersemangat.

Adapun di antara 61.000 peserta poco-poco yang mengikuti pemecahan rekor dunia ini, 50 orang perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan dari DJKI Kemenkumham ikut serta di dalamnya.

(rzp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar