4.208 Hektare Tanaman Pangan dan Holtikultura Tertutup Abu Vulkanik Sinabung

4.208 Hektare Tanaman Pangan dan Holtikultura Tertutup Abu Vulkanik Sinabung

Pasca erupsi Gunung Sinabung.

(jw/rzd)

Jumat, 14 Juni 2019 | 17:30

Analisadaily (Medan) - Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan tanaman pangan dan hortikultura milik petani di tiga kecamatan yang berada di Kabupaten Karo rusak akibat terkena abu vulkanik.

Kepala UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Marino mengatakan, dampak erupsi Sinabung mengakibatkan pertanaman petani tertutupi abu vulkanik. Para petani harus melakukan penyiraman agar tanaman tetap dapat berfotosintesis.

"Dari hasil monitoring yang dilakukan Jajaran Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut ada tiga kecamatan yang terkena dampak erupsi Gunung Sibanung, yakni Kecamatam Kuta Buluh, Berastagi, dan Namanteran," katanya, Jumat (14/6).

Dari ketiga kecamatan yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Sinabung terdapat pertanaman yang rusak antara lain pada tanaman pangan. Padi sawah umur 70-100 hari yang terkena seluas 8 hektare. Tanaman jagung yang paling luas terkena debu vulkanik mencapai 4.200 hektare dan saat ini berumur 60-80 hari.

"Kedua tanaman itu ada di Kecamatan Kuta Buluh. Untuk tanaman hortikultura, jeruk, cabai rawit, wortel, petsai, terong, buncis, ercis, dan krisan paling banyak itu di Namanteran, cabai seluas 274 hektare dan kentang seluas 225 hektare. Total tanaman hortikultura yang terkena imbas 4.208 hektare," jelasnya.

Marino menambahkan, pihaknya merekomendasikan agar petani melakukan penyiraman supaya debu yang menutupi tanaman dapat dihilangkan. Dengan demikian proses fotosintesis tetap dapat berjalan.

"Hal tersebut dilakukan bertujuan agar pertanaman masih dapat berfosintesis kembali dan tentunya hasilnya dapat dipanen," tambahnya.

Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo erupsi dengan mengeluarkan material abu vulkanik setinggi lebih kurang 7.000 meter di atas puncak pada Minggu (9/6) sore.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar