30 Ribu Hektare Kawasan TNGL Jadi Zona Rehabilitasi

30 Ribu Hektare Kawasan TNGL Jadi Zona Rehabilitasi

Dirjen KSDAE Kementerian LHK RI, Wiratno, (pegang mikrofon) saat berdialog dengan warga, Sabtu (16/9)

(yy/eal)

Sabtu, 16 September 2017 | 17:46

Analisadaily (Aceh) - Sekitar 30 ribu hektare (ha) kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) akan dijadikan zona rehabilitasi yang bisa dikelola masyarakat.

Namun yang menjadi catatan, harus ada sinergitas dari berbagai pihak agar zona rehabilitasi ini bisa menopang kesejahteraan masyarakat dan melestarikan kawasan TNGL.

"Kita harus sama-sama mengurus zona rehabilitasi yang berada di kawasan TNGL di Agara. Harapan saya wilayah ini menjadi contoh untuk wilayah lainnya dalam pengelolaan kawasan taman nasional secara partisipatif," kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian LHK RI, Wiratno, saat melakukan dialog dengan warga penyangga kawasan TNGL di Desa Alur Baning, Kecamatan Babul Rahma, Kabupaten Agara, Sabtu (16/9).

Sebagai langkah awal, lanjut Wiratno, pihaknya akan membentuk tim yang akan melibatkan Pemkab Agara untuk mendata warga yang berada dalam kawasan TNGL. Setelah dilakukan pendataan, baru akan diketahui tata batas wilayah yang masuk dalam zona rehabilitasi dan zona kawasan TNGL yang memang tidak bisa dimanfaatkan.

"Banyak potensi yang bisa kita kembangan di sekitar kawasan TNGL ini. Seperti misalnya meningkatkan efektifitas pengelolaan lahan dan pengembangan wisata," sebutnya.

Ketua Komite Nasional Man and Biosphere (MAB) UNESCO, Eni Sudarmonowati,     yang juga hadir dalam kegiatan itu menambahkan, masyarakat yang berada di sekitar kawasan TNGL harus bisa memanfaatkan predikatnya sebagai cagar biosfer.

Sebab menurutnya, predikat cagar biosfer yang disandang TNGL akan menarik perhatian dunia untuk membantu melestarikan salah satu paru-paru dunia ini. 

"Pada dasarnya ada 3 prinsip cagar biosfer yaitu konservasi, penelitian Iptek dan pembangunan masyarakat berkelanjutan," ucapnya.

"Jadi, kegiatan kita hari ini termasuk dalam salah satu prinsip cagar biosfer yaitu pembangunan masyarakat berkelanjutan," tandasnya.

(yy/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar