3 Orangutan yang Diselamatkan dari Penyeludupan Dibawa ke Pusat Rehabilitasi

3 Orangutan yang Diselamatkan dari Penyeludupan Dibawa ke Pusat Rehabilitasi

Orangutan yang diselamatkan dari penyeludupan.

(jw/rzd)

Sabtu, 29 Juni 2019 | 12:59

Analisadaily (Medan) - Tiga orangutan sumatera (Pongo abelii) sitaan Bea Cukai Dumai bersama dengan TNI AL dan TNI AD saat ini berada di Pusat Rehabilitasi dan Karantina Orangutan yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari-Sumatran Orangutan Conservation Programme (YEL-SOCP) di Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Ketiga orangutan sumatera yang diberi nama Digo, Duma dan Dupa merupakan hasil siataan yang akan diseludupkan ke Malaysias. Saat akan direhabilitasi, ketiga hewan langka dilindungi tersebut dalam kondisi stres, dehidrasi ringan, dan kotor.

“Rencananya tiga satwa dilindungi tersebut diarahkan dan dilatih agar dapat hidup kembali ke alam liar,” kata Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, drh Yenny Saraswati, Sabtu (29/6).

drh Yenny Saraswati menjelaskan, dua orangutan dalam kondisi sangat kotor dan satu orangutan dalam kotak yang berisi kain-kain. Digo yang berjenis kelamin jantan dan berusia dua bulan merupakan orangutan paling kecil, dan terlihat kurang aktif. Namun kemauan untuk minum susu masih baik.

“Sedangkan Duma berjenis betina dan berusia satu tahun terlihat sangat takut bila melihat orang, lebih suka berdekatan dengan Dupa yang berjenis kelamin betina berusia 1,5 tahun,” jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan lanjutan akan dilakukan untuk mengetahui status kesehatan ketiga hewan tersebut. Karena pada kondisi alam, untuk umur ketiga orangutan seharusnya masih sangat bergantung pada induknya, salah satunya untuk susu sebagai asupan gizi yang utama.

“Meski demikian, sangat beruntung kondisi fisik ketiga orangutan tersebut masih tergolong stabil saat ditemukan, sehingga proses rehabilitasi nantinya lebih mudah,” ungkapnya.

Ketiga Orangutan Digo, Duma dan Dupa adalah Orangutan  hasil sitaan Bea Cukai Dumai bersama dengan TNI AL dan TNI AD yang akan diseludupkan ke Malaysia menggunakan speedboat melalui Pelabuhan Rakyat di Kota Dumai pada Senin (25/6) kemarin sekitar pukul 23.30 WIB. Orangutan akan Diselundupkan bersama dengan monyet albino, uwo, dan musang luwak.

Direktur SOCP, Ian Singleton, mengucapkan terima kasih kepada Bea Cukai Dumai beserta aparat TNI AL dan TNI AD juga masyarakat yang telah berhasil menyelamatkan ketiga orangutan tersebut dari penyeludupan, dan memberikan informasi.

“Harapan kami, semoga kedepannya mereka memiliki kehidupan yang panjang di alam liar dan memiliki keturunan yang dapat berkontribusi terhadap kelangsungan hidup spesiesnya di alam Sumatera,” ucapnya.

Di Indonesia ada tiga jenis orangutan, yakni orangutan sumatera (Pongo abelii) yang berbeda dengan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) maupun orangutan tapanuli (Pongo tapanulienses) yang habitatnya berada di ekosistem Batangtoru, Sumatera Utara.

“Hanya sekitar 13.400 orangutan sumatera dan kurang dari 800 orangutan tapanuli yang tersisa di alam liar. Ketiga spesies orangutan  terdaftar sebagai sangat terancam punah oleh International Conservation Union atau IUCN,” tambahnya.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Hotmauli Sianturi menegaskan, orangutan adalah jenis satwa liar endemik Indonesia yang statusnya sangat terancam punah dan dilindungi di bawah hukum Indonesia.

“Dalam kasus ini, ketiga orangutan tersebut diserahkan kepada BKSDA Riau yang selanjutnya diserahkan kepada BBKSDA Sumut,” tandasnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar