1.300 Jiwa Mengungsi Akibat Gerakan Tanah di Cianjur

1.300 Jiwa Mengungsi Akibat Gerakan Tanah di Cianjur

Rumah warga rusak di Cianjur. (Ist/BNPB)

(rel/rzp)

Selasa, 3 Oktober 2017 | 21:29

Analisadaily (Cianjur) - Kondisi struktur tanah yang labil dan dipicu oleh hujan deras telah menyebabkan gerakan tanah atau longsor yang cukup luas di daerah Cianjur. Apalagi kondisi tanah yang retak-retak selama musim kemarau, kemudian diguyur hujan yang cukup deras telah menyebabkan air mengisi retakan tanah tersebut, sehingga menimbulkan longsor.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bencana longsor yang menimbulkan kerusakan ratusan rumah terjadi di lima dusun di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Minggu (1/10) pukul 17.30 WIB.

“Longsor menyebabkan 800 kepala keluarga atau 2.400 jiwa terdampak. Tidak ada korban jiwa. Tercatat sebanyak 138 rumah rusak berat, 103 rumah rusak sedang, 139 rumah rusak ringan, dan 420 rumah terancam longsor,” kata Sutopo, Selasa (3/10).

Dijelaskannya, sekitar 1.300 jiwa masyarakat mengungsi karena rumahnya rusak dan khawatir akan adanya longsor susulan. Pengungsi tersebar di beberapa titik seperti di balai desa, madrasah, tetangga terdekat dan di rumah kerabatnya.

“Longsor juga menyebabkan 3 unit sekolah rusak sedang, 14 unit masjid rusak ringan, 18 unit musala rusak sedang, 3 saluran irigasi rusak berat, 1 unit sarana air bersih milik Ponpes Riyadul Muthadin rusak berat, 5 titik jalan tertimbun dan 1 jalan putus,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, BPBD Provinsi Jawa Barat, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bupati Cianjur telah menetapkan status tanggap darurat bencana longsor tanggal 1 hingga 7 Oktober 2017.

Rumah warga rusak di Cianjur. (Ist/BNPB)

Rumah warga rusak di Cianjur. (Ist/BNPB)

BPBD Cianjur telah memberikan bantuan logistik berupa beras, mie instan, sarden, kecap, saus, dan minyak goreng. BPBD Jawa Barat telah memberikan bantuan logistik senilai Rp 360 juta berupa sandang 175 paket, kids ware 180 paket, selimut 200 lembar, tikar 200 lembar, matras 200 lembar, family kids 200 lembar, dan mi instan 80 dus.

Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan dalam penangan darurat. BPBD Cianjur telah mengimbau kepada masyarakat untuk menutup retakan tanah dengan menggunakan tanah liat. BPBD juga mencari pos pengungsian dan posko cadangan, karena dikhawatirkan longsor susulan akan terus berlangsung.

Rumah warga rusak di Cianjur. (Ist/BNPB)

Rumah warga rusak di Cianjur. (Ist/BNPB)

Masyarakat diimbau untuk waspada dari ancaman banjir dan longsor. Saat ini masuk musim peralihan menuju musim penghujan. Diperkirakan musim penghujan akan turun awal November mendatang. Musim pancaroba umumnya terjadi hujan deras disertai angin kencang.

“Longsor adalah bencana paling banyak menimbulkan korban jiwa meninggal sejak tahun 2014 hingga 2016. Hendaknya masyarakat mewaspadai bahaya longsor saat hujan deras,” imbau Sutopo.

(rel/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar