13 Kepala Sekolah, 3 K3S Terjaring Operasi Tangkap Tangan

13 Kepala Sekolah, 3 K3S Terjaring Operasi Tangkap Tangan

Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Dartah Sumatera Utara melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Langkat, Kamis (9/5)

(jw/csp)

Kamis, 9 Mei 2019 | 17:28

Analisadaily (Medan) - Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Dartah Sumatera Utara melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Langkat, Kamis (9/5).

Operasi Tangkap Tangan dilakukan petugas di ruang Kelas 1 B SD Negeri 050765 lingkungan, IV Kelurahan Pekan Gebang Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Petugas mengamankan pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan para kepala sekolah SD negeri di Kecamatan Gebang.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, membenarkan OTT tersebut. "Benar petugas kita melakukan OTT di Langkat," kata Tatan, Kamis (9/6) sore.

Tatan menjelaskan, operasi ini berawal dari informasi mengenai terjadinya pengutipan kepada semua Kepala Sekolah SD negeri di Kecamatan Gebang oleh K3S Kecamatan Gebang. Para Kepala Sekolah dikumpulkan di ruang kelas 1 B SD Negeri 050765 Pekan Gebang.

Pada saat dikumpulkan, lanjut Tatan, mereka diminta membayar uang administrasi setelah Dana BOS Triwulan I 2019 cair dan masuk ke rekening masing-masing sekolah. K3S Kecamatan Gebang mengutip dana dengan nominal Rp 15.000 dikalikan jumlah siswa yang ada pada 31 sekolah se-Kecamatan Gebang. 

"Nah, pada saat pengutipan dana itu, tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus langsung bertindak dan melakukan tangkap tangan. Dari lokasi petugas mengamankan 13 orang Kepala Sekolah SD SD negeri dan 3 orang pengurus K3S yang melakukan pengutipan," sambungnya.

Tatan mengungkapkan, para K3S dan Kepala Sekolah Kecamatan Gebang yang diamankan, di antaranya B (Sekretaris) dan AP (Bendahara). Sementara Kepala Sekolah yang diamankan masing-masing: K, As, Ah, H, RH, LS, MTS, KS, Her, ES, N, HYS, dan S.

"Pada saat penangkapan mereka ada di satu tempat dan langsung kita bawa ke Polda Sumatera Utara untuk dilakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang puluhan juta dan dokumen-dokumen yang berisikan data seluruh SD Negeri se-Kecamatan Gebang.

"Dari tangan B disita uang Rp 36.750.000, dari AP disita uang Rp.35.750.000. Diamankan juga 2 lembar dokumen berisi data seluruh SD Negeri se-Kecamatan Gebang, dan 13 buku laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Triwulan I 2019," papar Tatan.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar